Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Kode Etik Diuji: Hakim dan Taruhan Integritas dalam Perkara Lingkungan Hidup

8 August 2026 • 09:26 WIB

BATNA & WATNA: Mendorong Keputusan Rasional dalam Proses Mediasi

7 August 2026 • 23:08 WIB

Mengupas Prinsip-Prinsip Hukum Lingkungan Internasional dan Implementasinya di Indonesia

7 August 2026 • 21:59 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Kejujuran sebagai Fondasi Moral Hakim

Kejujuran sebagai Fondasi Moral Hakim

Catatan Kritis atas Materi Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim
Ahmad JunaediAhmad Junaedi7 May 2026 • 21:47 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Kamis, 7 Mei 2026, Badan Strategi Kebijakan dan Diklat Kumdil Mahkamah Agung Republik Indonesia (BSDK) kembali menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek teknis yudisial, tetapi juga dimensi etik dan filosofis dalam profesi kehakiman. Dalam kegiatan Pendidikan Filsafat dan Keadilan bagi Hakim Lingkungan Peradilan Umum, Agama, Militer, Tata Usaha Negara, dan Hakim Ad Hoc Seluruh Indonesia Gelombang II, para peserta diajak untuk menelaah ulang fondasi moral profesi hakim melalui materi bertajuk “Etika Kejujuran dalam Profesi: Antara Idealitas dan Pragmatisme” yang disampaikan oleh Laode Muhammad Syarif, S.H., LL.M., Ph.D. dengan fasilitator Maria Fransiska Walintukan, S.H.,M.H. 

Materi tersebut menjadi penting karena di tengah kompleksitas penegakan hukum dewasa ini, hakim tidak hanya dituntut cakap memahami norma hukum, melainkan juga memiliki integritas batin yang kokoh. Dalam praktiknya, tantangan profesi hakim sering kali tidak berhenti pada persoalan menerapkan pasal demi pasal, tetapi justru berada pada pergulatan moral ketika hukum berhadapan dengan kepentingan, tekanan, relasi kekuasaan, maupun dinamika sosial yang berkembang.

Sebagai penulis dalam kegiatan tersebut, penulis memandang bahwa pembahasan mengenai kejujuran bukanlah tema yang sederhana. Kejujuran dalam profesi hakim bukan sekadar persoalan berkata benar atau tidak menerima sesuatu yang bertentangan dengan hukum, melainkan menyangkut keberanian moral untuk tetap setia kepada hati nurani dan prinsip keadilan, bahkan ketika keadaan mendorong seseorang untuk bersikap kompromistis.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam materi tersebut adalah pemikiran Viktor E. Frankl yang menyatakan:

“No man should judge unless he asks himself in absolute honesty whether in a similar situation he might not have done the same.”

Pemikiran tersebut mengandung makna yang sangat mendalam bagi profesi hakim. Hakim tidak boleh memosisikan dirinya sebagai sosok yang merasa paling benar, paling suci, dan paling jauh dari kesalahan manusiawi. Sebelum menjatuhkan penilaian terhadap orang lain, hakim terlebih dahulu harus menguji dirinya sendiri secara jujur: apakah dalam keadaan yang sama ia benar-benar tidak akan melakukan hal yang serupa.

Dalam konteks filsafat hukum, pandangan ini menempatkan hakim bukan hanya sebagai “mulut undang-undang” (la bouche de la loi), melainkan sebagai manusia bermoral yang memiliki kesadaran etis. Kejujuran dengan demikian menjadi titik awal lahirnya keadilan. Tanpa kejujuran terhadap diri sendiri, putusan hakim berpotensi berubah menjadi sekadar formalitas legal yang kehilangan ruh kemanusiaan.

Baca Juga  Resensi Film : Keadilan (The Verdict)

Kejujuran juga berkaitan erat dengan kemampuan hakim untuk menjaga objektivitas. Objektivitas bukan berarti meniadakan perasaan kemanusiaan, melainkan kemampuan untuk menempatkan fakta, hukum, dan nurani secara proporsional tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi. Oleh karena itu, hakim harus terlebih dahulu jujur terhadap kelemahan, prasangka, dan keterbatasan dirinya sendiri sebelum menilai pihak lain.

Dalam realitas praktik peradilan, kejujuran sering kali diuji oleh berbagai bentuk pragmatisme. Beban perkara yang tinggi, tekanan publik, intervensi kekuasaan, ekspektasi institusi, hingga relasi sosial tertentu dapat menjadi faktor yang memengaruhi independensi batin seorang hakim.

Di sinilah letak pergulatan etik yang sesungguhnya. Idealitas menuntut hakim tetap teguh pada prinsip integritas, sedangkan pragmatisme kerap menawarkan jalan pintas yang tampak lebih mudah, lebih aman, atau lebih menguntungkan. Namun sejarah menunjukkan bahwa runtuhnya kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan hampir selalu bermula dari runtuhnya kejujuran aparat penegak hukumnya.

Kejujuran bukan sesuatu yang lahir secara tiba-tiba ketika seseorang mengenakan toga hakim. Kejujuran adalah hasil dari latihan moral yang terus-menerus. Ia dibangun melalui disiplin berpikir, keberanian menolak kompromi yang keliru, serta kesadaran bahwa setiap putusan pada akhirnya bukan hanya dipertanggungjawabkan secara administratif dan hukum, tetapi juga secara moral.

Dalam konteks ini, materi yang disampaikan narasumber menjadi refleksi yang sangat relevan bagi seluruh peserta pendidikan. Hakim harus mampu menempatkan dirinya sebagai objek dari penilaiannya sendiri. Sebelum menilai orang lain bersalah, hakim harus terlebih dahulu menilai apakah dirinya telah sungguh-sungguh bersikap jujur, adil, dan bebas dari kepentingan.

Filsafat keadilan pada hakikatnya tidak hanya berbicara mengenai kepastian hukum, tetapi juga mengenai kebijaksanaan moral. Putusan yang secara normatif benar belum tentu menghadirkan rasa keadilan apabila lahir dari proses yang tidak jujur.

Karena itu, kejujuran dalam profesi hakim memiliki dimensi filosofis yang sangat mendalam. Kejujuran merupakan jalan menuju autentisitas profesi kehakiman. Hakim yang jujur tidak akan memanipulasi pertimbangan hukum demi membenarkan kepentingan tertentu. Ia juga tidak akan menggunakan kewenangannya sebagai alat kekuasaan pribadi.

Baca Juga  Dialektika Asas Hakim Pasif dan Peran Aktif Hakim dalam Persidangan Perdata: Upaya Menembus Formalitas Menuju Keadilan Substantif

Dalam banyak keadaan, publik sebenarnya dapat merasakan apakah suatu putusan lahir dari proses intelektual dan moral yang jujur atau justru dari pertimbangan yang dipaksakan. Di sinilah integritas menjadi nilai utama yang menentukan martabat peradilan.

Materi pendidikan ini secara tidak langsung mengingatkan bahwa krisis terbesar dalam dunia hukum bukan semata-mata kekurangan regulasi, melainkan hilangnya keberanian moral untuk bersikap jujur. Sebab hukum yang ditegakkan tanpa kejujuran pada akhirnya hanya akan menghasilkan legalitas yang kering dan jauh dari keadilan substantif.

Sebagai penulis melihat antusiasme peserta tidak hanya muncul karena materi yang bersifat teoritis, tetapi karena tema tersebut menyentuh sisi paling mendasar dari profesi hakim, yakni integritas pribadi.

Kejujuran sejatinya merupakan bentuk penghormatan hakim terhadap profesinya sendiri. Hakim yang jujur akan menjaga marwah pengadilan bahkan ketika tidak ada yang melihat. Ia memahami bahwa kewibawaan lembaga peradilan tidak dibangun melalui simbol, melainkan melalui konsistensi moral para penegak hukumnya.

Dalam dunia yang semakin pragmatis, menjaga kejujuran memang bukan perkara mudah. Namun justru karena sulit itulah kejujuran memiliki nilai yang tinggi. Hakim yang mampu mempertahankan integritas di tengah berbagai tekanan merupakan benteng terakhir tegaknya negara hukum.

Sebagai penutup, Pendidikan Filsafat dan Keadilan di BSDK pada tanggal 7 Mei 2026 bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan ruang refleksi etik bagi para hakim dari seluruh lingkungan peradilan di Indonesia. Materi “Etika Kejujuran dalam Profesi: Antara Idealitas dan Pragmatisme” yang disampaikan oleh Laode Muhammad Syarif, S.H., LL.M., Ph.D. mengingatkan kembali bahwa inti profesi hakim sesungguhnya terletak pada kejujuran hati nurani.

Pada akhirnya, keadilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan memahami hukum, tetapi juga oleh keberanian moral untuk tetap jujur kepada diri sendiri. Sebab hakim yang tidak jujur terhadap nuraninya sendiri akan sulit menghadirkan keadilan bagi orang lain

Ahmad Junaedi
Kontributor
Ahmad Junaedi
Hakim Yustisial Badan Strajak Diklat Kumdil

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

etika kehakiman Filsafat Hukum independensi peradilan Integritas Hakim Keadilan Substantif Kejujuran Hakim Laode Muhammad Syarif moral hakim Pendidikan Hakim
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ketika Kode Etik Diuji: Hakim dan Taruhan Integritas dalam Perkara Lingkungan Hidup

8 August 2026 • 09:26 WIB

Pengelolaan Diri Mediator: Pondasi Utama Mediasi Terstruktur dan Sistematis

6 August 2026 • 08:36 WIB

Teknik Reframing: Kunci Mediator Jernihkan Komunikasi Antarpihak Sengketa

6 August 2026 • 08:16 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB

Menepi Sejenak di Tambak Bandeng

11 July 2026 • 09:06 WIB

Prediksi Juara World Cup 2026 Dari Pusdiklat Menpim

6 July 2026 • 21:16 WIB
Don't Miss

Ketika Kode Etik Diuji: Hakim dan Taruhan Integritas dalam Perkara Lingkungan Hidup

By Dahlan Suherlan8 August 2026 • 09:26 WIB0

Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi hakim lintas peradilan angkatan XXIII pada Jumat, 7 Agustus 2026…

BATNA & WATNA: Mendorong Keputusan Rasional dalam Proses Mediasi

7 August 2026 • 23:08 WIB

Mengupas Prinsip-Prinsip Hukum Lingkungan Internasional dan Implementasinya di Indonesia

7 August 2026 • 21:59 WIB

Kunci Mediasi Adil: Teknik Mediator Seimbangkan Kekuatan Para Pihak

7 August 2026 • 21:55 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ketika Kode Etik Diuji: Hakim dan Taruhan Integritas dalam Perkara Lingkungan Hidup
  • BATNA & WATNA: Mendorong Keputusan Rasional dalam Proses Mediasi
  • Mengupas Prinsip-Prinsip Hukum Lingkungan Internasional dan Implementasinya di Indonesia
  • Kunci Mediasi Adil: Teknik Mediator Seimbangkan Kekuatan Para Pihak
  • Mempermudah Mediasi: Perangkat Diagnostik Bantu Mediator Fasilitasi Perdamaian

Recent Comments

  1. AI API Directory on Sistem Pembuktian KUHAP 2025: Dr. Chairul Huda Tegaskan Hakim Harus Berani Menolak Alat Bukti Ilegal
  2. Syihabuddin on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
  3. Sub2API AI Proxy Directory on Membuat “Roadmap” Dalam Meniti Karir Asn Dengan Menggali Potensi Individu
  4. Ahmad on Anak yang Tak Ikut Mutasi
  5. Isty on Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.