Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya

September 22, 2026

Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

September 22, 2026 · 18:23 WIB

Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok

September 22, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

Febby FajrurrahmanBy Febby FajrurrahmanSeptember 22, 2026 · 18:23 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Mobilitas dengan kendaraan menjadi keseharian masyarakat untuk melangsungkan penghidupannya terlebih di kota-kota. Jam masuk kerja dan sekolah, jam makan siang serta jam pulang, merupakan peak hour yang padat dan menguras-uji emosi dan kesabaran pengguna jalan. Merupakan sedikit anomali, mengingat pertumbuhan ekonomi yang relatif lambat dan fluktuatif (5,31% di tahun 2022, dan 5,11% di tahun 2025), penggunaan kendaraan bermotor malah meningkat dengan meyakinkan. Sebagai contoh, di Jakarta pada 2021 kendaraan bermotor (mobil dan motor) berjumlah sekitar 21,7 juta unit, kemudian bertambah menjadi 25,05 juta unit di tahun 2025. Asumsinya 2,5% sampai dengan 4%, jumlah kendaraan meningkat per tahun.

Bisa dirinci lagi, sepeda motor tentu mendominasi, yakni sebesar 75-78% dari pengguna jalan. Pekerja di sektor formal, maupun informal yang lingkup pekerjaannya berada di sektor transportasi atau yang banyak menggunakan jalan, maupun masyarakat yang berlalu-lintas dengan keperluan rutin dan tidak rutin (belanja, antar jemput, dan lainnya), menggunakan sepeda motor karena lebih praktis, ringkas, dan hemat. Beberapa faktor tersebut menjadi penyebab tingginya kepadatan jalan. Warga dengan segala alasan, secara logis menginginkan agar urusan dan kepentingannya dapat segera tercapai dengan cepat.

Dari aspek regulasi, potensi pelanggaran yang paralel dengan intensitas berkendara, sangat tinggi. Dokumen kendaraan, pemakaian alat keselamatan berkendara, maupun tingkat kepatuhan terhadap marka jalan, jadi simpul yang sering terputus dalam penegakan hukum atas pelanggaran lalu lintas. Motor tanpa plat nomor standar, tidak menggunakan helm, tidak memasang spion, berboncengan 3 orang, penggunaan trotoar tidak sesuai peruntukan ataupun melanggar marka jalan, adalah jenis pelanggaran yang seolah jadi pemandangan lumrah keseharian di jalanan.

Fenomena lawan arah dalam berkendara, sedang menjadi trending dan sering disorot. Kesadaran akan potensi dan bahaya yang nyata, kerap diabaikan dan kalah oleh rasionalitas agar cepat dan tuntasnya urusan atau demi lebih singkatnya perjalanan. Konten video mengenai pelanggaran lawan arah yang kerap disertai teguran, himbauan bahkan kadang berujung friksi dan kekerasan fisik antara pegiat sosial yang melakukan dengan pelanggar, banyak melintas di media sosial. Ini bukan sekadar masalah ketiadaan petugas, melainkan akumulasi dari deviasi norma sosial, erosi kesadaran hukum, serta kultur hukum yang terlampau toleran dan mafhum atas berbagai tindakan berulang, sampai dianggap kebiasaan yang dibenarkan.

Max Webber (1864 – 1920) mengatakan bahwa manusia dalam masyarakat merupakan aktor yang kreatif, dalam realitas sosial yang tidak statis. Sehingga dalam hal ini, pelawan arah mencerminkan secara presisi hal itu dengan menunjukkan instrumental-rational action, yakni menghitung efisiensi (jarak dan waktu) secara individual tanpa memperhitungkan risiko kolektif. Karena dibiarkan, dimafhumkan dan dianggap tidak merugikan, maka perlahan tindakan itu menulari orang lain lalu menjadi fenomena normal yang menjadi kebiasaan. Inilah bandwagon effect (efek ikut-ikutan): dimana ketika satu pengemudi melawan arus dan tidak ditindak secara hukum, maka akan dipersepsikan sebagai tindak pembenaran oleh pengemudi lain.

Baca Juga  Hoaks dalam Perspektif Pers dan Hukum di Era Post-Truth

Sejatinya, tindak pelanggaran melawan arah, telah diatur secara tegas dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, khususnya di Pasal 106 ayat (4) huruf a dan b, dimana sanksi pidananya dapat ditemukan dalam Pasal 287 ayat (1) maupun Pasal 310 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun Das Sein-nyatentu berbeda. Keterbatasan kemauan, kemampuan dan covering Kepolisian untuk menindak hal ini menjadi salah satu penyebab masih menjamurnya pelawan arah di jalanan.

Maka muncullah “penegak hukum sosial”, yang merasa terpanggil untuk menegakkan aturan terhadap pelawan arah maupun yang menggunakan trotoar sebagai sarana pelanggaran tersebut. Akun Instagram seperti @satgasantilawanarah, @antilawanarah.id @koalisipejalankaki maupun akun pribadi seperti @laurend_lee_ cukup konsisten memberikan edukasi dan tindakan peneguran kepada pengguna jalan terutama yang melanggar aturan. Efeknya, ada yang positif dan secara substansi memang benar, namun lebih sering menimbulkan konflik dengan para pelaku yang tidak terima atau menanggapi dengan resistensi secara frontal.

Terlepas dari motivasinya, pegiat sosial yang melakukan peneguran kepada para pelawan arah, tidak dapat disalahkan sepenuhnya. Pun tidak bisa dibenarkan seluruhnya, sebab mereka tidak memiliki kewenangan untuk melakukan hal tersebut. Namun, membiarkan kultur hukum semacam ini menguasai jalanan, tentu tidak dapat dibiarkan. Untuk menetralisir tindakan tersebut, dalam perkembangannya terdapat dua cara yang dilakukan oleh pegiat sosial ini untuk “melawan para pelawan arah”, demi meningkatkan kesadaran berhukum terutama di jalan, yakni 1. Memiralkan pelaku (melalui media sosial), dan 2. Melibatkan aparat kepolisian pada kegiatan edukasi dan penegakan hukum terhadap pelanggar di jalan.

Berkaca para pendapat Friedmann tentang efektivitas penegakan hukum, tentu struktur dan substansi hukum kita telah lebih dari cukup untuk menegakkan aturan demi ketertiban sosial. Di aspek kultur hukum-lah, sebenarnya tantangan itu seakan menemui tembok batu yang tebal. Di wilayah Jabodetabek, akan sangat mudah ditemui para pelanggar aturan jalan, berseliweran dan berakitivitas, nyaris tanpa khawatir, dan justru malah membuat pengguna jalan lainnya menjadi khawatir. Kepolisian mendapat anggaran 146.05 triliun dan menjadi lembaga negara ketiga terbesar alokasi APBN-nya, tidak berbuat banyak ikhwal pelanggaran tersebut. Meskipun harus diakui, beberapa waktu ke belakang, muncul juga akun-akun media sosial dari anggota kepolisian yang turut terlibat aktif menegakkan pelanggar hukum di jalan tersebut. Terlambat, namun setidaknya sudah dimulai.

Baca Juga  Pancasila sebagai Bintang Penuntun Hakim dalam Menegakkan Keadilan

Social Engineering dengan menumbuhkan kembali social punishment (sanksi sosial) dan rasa malu, maupun usul dari pakar transportasi menyarankan sanksi administratif berupa akumulasi poin pelanggaran, yang akan berujung pada pencabutan SIM pelanggar aturan lalu lintas, dapat diterapkan untuk mengatasi hal ini. Kendati penegakan hukum secara konvensional secara nyata kurang efektif, mengingat penindakan secara spontan/tilang manual sering kalah kuantitas dibanding jumlah pelanggar, namun penempatan personil kepolisian di simpul-simpul lalu lintas strategis dan kerap menjadi titik pelanggaran, harus juga direvitalisasi secara serius.

Mengembalikan fungsi polisi di sektor maupun resort ke medan pengamanan dibanding hanya di ruang administrasi belakang meja, tentu dapat memastikan penegakan hukum berjalan efektif. Tidak melulu soal penindakan, peranannya dapat juga berbentuk pemberian edukasi dan peneguran secara langsung, daripada membiarkan pegiat sosial melakukan hal tersebut, yang malah berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum atau konflik horizontal baru. Pelawan arah atau pelanggar aturan lalu lintas, akan lebih segan bila kepolisian hadir langsung sebagai penegak aturan di jalan. Penegakan aturan kita masih berada di level itu, butuh simbol dan pengawasan secara fisik.

Kesalahan yang dibiarkan dan tidak diluruskan, akan dianggap kebenaran dan dimaklumi eksistensinya. Mengubah keadaan tersebut, tentu menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan menimbulkan konflik horizontal antar pihak saat bersikukuh dengan kebenaran versi masing-masing. Kewajiban memutus kultur dan rendahnya kesadaran hukum tersebut, tidak semata ada pada penegak hukum sebagai pemegang kewenangan, tapi juga kesadaran individu dalam berhukum.

Sikap kolektif masyarakat yang berkomitmen dan mau mengubah kebiasaan melanggar lalu lintas sampai ke akar kesadarannya, akan menjadi fondasi kuat untuk membenahi kultur hukum menjadi lebih tertib dan beradab. Penegakan aturan di jalanan yang konsisten, dikombinasikan dengan kesadaran komunal akan perlunya keteraturan hukum demi kenyamanan dan keselamatan bersama, merupakan langkah awal yang luar biasa untuk hal-hal besar lainnya. Mulai dari diri sendiri saja, internalisasi kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas. Ada ataupun tidak aparat yang berwenang menegakkannya. Baru berbicara hal besar tentang negara.

Febby Fajrurrahman
Kontributor
Febby Fajrurrahman
Hakim Yustisial BSDK MA RI

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

kepolisian Kesadaran Hukum Kultur Hukum Pelanggaran Lalu Lintas Penegakan Hukum Pengguna Jalan Sanksi Sosial
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya

September 22, 2026

AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili

September 21, 2026

Mendorong Evalusi dan Menciptakan Solusi di Lingkungan Peradilan Militer

September 19, 2026
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,448 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya

By Khoiruddin HasibuanSeptember 22, 20260

Selasa pagi, 22 September 2026, melalui ruang digital, berbagai pertanyaan sederhana dilemparkan ke ruang pelatihan…

Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar

September 22, 2026 · 18:23 WIB

Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok

September 22, 2026

Palu di antara Cinta dan Hukum

September 22, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Ketika Wajah, Suara, dan Bukti Digital Tak Lagi Bisa Dipercaya
  • Pelawan Arah: Kultur Pelanggar Yang Mengakar
  • Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok
  • Palu di antara Cinta dan Hukum
  • Tantangan Hakim dalam Menghadapi Hubungan Kejahatan Siber Dan Perkembangan Artificial Inteligence: Kerangka Analisis Hakim

Recent Comments

  1. Nikmah Aeni on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  2. aievangelist on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  3. Masjudul Haq on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  4. Ahmad Satiri on Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan
  5. Burhan on Dari Prajurit Hukum ke Mahkamah Agung: Letkol Chk Sudiyo Pesan ‘Menulis dan Menulislah’
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.