Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Perkuat Kepastian Hukum, Ketua Pengadilan/Mahkamah Syar’iyah se-Aceh dan Panitera Ikuti Pelatihan Eksekusi Riil dan Problematika Penyelesaiannya

November 5, 2026

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Pengadilan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo dan KPK Perkuat Integritas serta Pencegahan Suap dan Gratifikasi

November 5, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Menekan Angka Perkawinan Anak Melalui PERMA 5 Tahun 2019

Menekan Angka Perkawinan Anak Melalui PERMA 5 Tahun 2019

Nur Latifah HanumBy Nur Latifah HanumJanuary 23, 2026 · 09:30 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Pendahuluan

Dispensasi kawin merupakan perkara permohonan yang merupakan akibat dari munculnya usia minimal kawin yang diterapkan di Indonesia. Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan telah memberikan batasan usia kawin baik bagi laki-laki maupun perempuan yaitu 19 tahun. Perubahan ini bermula dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 22/PUU-XV/2017.

Mencermati batas usia dewasa pada produk peraturan perundang-undangan di Indonesia sangat beragam. Adapun pada awalnya usia 16 tahun bagi seorang perempuan sudah dianggap dewasa untuk melakukan perkawinan. Hal ini tentu bertentangan dengan Undang-undang perlindungan anak yang mengkategorikan usia 16 tahun sebagai usia anak. Hadirnya Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 yang memberikan usia minimal kawin 19 tahun baik bagi laki-laki dan perempuan merupakan instrumen yang patut diapresiasi sebagai perkembangan hukum yang mampu melihat perkembangan jaman. Namun demikian, di sisi lain negara masih memberikan kesempatan bagi perkawinan di bawah usia 19 tahun melalui Dispensasi Kawin. PERMA 5 tahun 2019 memberikan pengaturan rinci mengenai bagaimana Dispensasi Kawin dapat diberikan. Pada dasarnya PERMA 5 Tahun 2019 bukan digunakan untuk mempersulit perkawinan di bawah umur, namun PERMA 5 tahun 2019 hadir berusaha memberikan perlindungan bagi kepentingan terbaik bagi anak. Hal ini merupakan konsekuensi Indonesia sebagai negara yang ikut meratifikasi konvensi tentang Hak Anak.   

Penerapan PERMA Nomor 5 tahun 2019 di tataran pengadilan sendiri diharapkan sesuai dengan yang dicita-citakan bagi kepentingan terbaik bagi anak. Namun demikian, pada praktiknya pengabulan dispensasi kawin di tataran pengadilan tingkat pertama kurang memperhatikan aspek-aspek yang disyaratkan oleh PERMA 5 tahun 2019, sehingga pemberian dispensasi kawin justru menjadi langkah mudah bagi masyarakat untuk kawin di usia anak.

Pengaturan Pemberian Dispensasi Kawin Pada PERMA 5 Tahun 2019

PERMA 5 tahun 2019 dalam memberikan dispensasi kawin hakim wajib memperhatikan kondisi psikologis, kesehatan dan kesiapan anak untuk melangsungkan perkawinan dan membina rumah tangga. Dalam menilai kondisi psikologis dan kesiapan anak untuk melangsungkan perkawinan, perlunya terdapat rekomendasi dari psikolog, dokter/bidan, pekerja sosial professional, Tenaga kesejahteraan sosial, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak,  maupun Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau Daerah (KPAI/KPAID). Pemberian rekomendasi tentu dihadirkan untuk menjamin kondisi psikologis maupun kesehatan anak yang akan melakukan perkawinan dalam kondisi yang siap.  Hal ini yang perlu diperhatikan oleh hakim yang mengadili perkara dispensasi kawin. Namun di beberapa pengadilan, syarat rekomendasi hanya melampirkan rekomendasi bidan yang isinya memuat apakah anak yang akan melakukan perkawinan sudah hamil atau tidak ataupun serat keterangan sehat dari bidan yang menyatakan anak tersebut siap menikah atau tidak. Lebih daripada itu, terkadang dengan alasan lebih dari 16(enam belas) tahun, beberapa hakim memandang surat rekomendasi psikologi tidak dibutuhkan. Hal ini tentu sudah seharusnya menjadi perhatian, sebab pemberian dispensasi kawin bukan semata-mata memudahkan seseorang untuk menikah, namun lebih daripada itu seharusnya pemberian dispensasi kawin didasari oleh alasan objektif baik dari sisi psikologis maupun sisi fisik seseorang untuk diperbolehkan melakukan perkawinan. Bahkan beberapa menganggap bahwa rekomendasi psikologi menjadi beban bagi para pihak mengingat asas peradilan yang seharusnya mengusung asas biaya ringan. Hal ini tentu tidak sesuai untuk diterapkan pada kasus dispensasi kawin. Meskipun melalui pertanyaan-pertanyaan dalam persidangan, hakim dapat memperoleh keyakinan bahwa apakah seseorang dinilai dewasa untuk melakukan perkawinan atau tidak, namun sudah sepatutnya rekomendasi tersebut menjadi alat keyakinan Hakim. Hal ini dikarenakan, kemampuan dalam menilai psikologis maupun kesehatan fisik bukan berada pada seorang hakim. Hakim dalam hal ini memeriksa pada saat persidangan mengenai kondisi-kondisi tersebut melalui bukti-bukti yang diajukan para pihak di persidangan.

Baca Juga  Membedah Hakikat Dispensasi Kawin: Konsep Usia Perkawinan

Namun meskipun syarat-syarat tersebut telah dituangkan dalam PERMA Nomor 5 tahun 2019, bukan berarti hakim hanya menggunakan instrument tersebut sebagai satu-satunya bukti pada proses persidangan. Selain itu, hakim juga wajib menggali fakta dari para saksi serta dari anak yang dimohonkan dispensasinya. Hal ini mengingat PERMA 5 Tahun 2019 juga memastikan bahwa perkawinan bukan merupakan perkawinan yang dipaksakan. Bahkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 telah memberikan kewajiban kepada orang tua untuk mencegah perkawinan pada usia anak.   

Perkawinan Anak dan Permasalahannya di Masyarakat

Batas usia anak menurut undang-undang perkawinan adalah 19 tahun. Adapun perkawinan anak jika dilihat dari aturan undang-undang perkawinan, tentu berarti perkawinan yang dilakukan oleh orang yang berumur di bawah 18 tahun. Bahkan, data milik UNICEF, Pada rentang tahun 2015-2024 perempuan yang menikah pada umur 18 tahun sebanyak 16% dan yang menikah pada usia 15 tahun 2%.[1] Selanjutnya, data perkara permohonan dispensasi kawin di Pengadilan Agama yang diambil dari Pusat Data Perkara Badan Peradilan Agama per tanggal 31 Desember 2025, tahun 2025 terdapat 28.000 perkara dispensasi kawin yang masuk dan 26.971 perkara telah diputus oleh pengadilan agama.[2]  Hal ini mengindikasikan bahwa angka perkawinan di bawah usia 19 tahun masih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa masyarakat masih kurang sadar hukum.

Perkawinan anak banyak terjadi karena masalah budaya maupun faktor sosial masyarakat di Indonesia. Selain itu juga faktor karena calon pengantin telah hamil di luar kawin. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor rasa malu di masyarakat mengenai hubungan antara seorang laki-laki dengan perempuan, bahkan rasa malu karena sudah hamil sebelum menikah. Lebih lanjut terkadang ada paksaan dari orang tua untuk melakukan perkawinan. Selain itu, konsep bahwa anak merupakan beban bagi orang tuanya menjadi faktor yang mempengaruhi tingginya perkawinan anak. Orang tua merasa setelah menikahkan anaknya akan melepas tanggung jawabnya kepada anak. Hal ini tentu pada dasarnya melanggar konsep perlindungan anak dalam Pasal 26 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014. Selain itu juga melanggar konsep politik hukum untuk mencegah perkawinan anak baik pada undang-undang perkawinan maupun undang-undang perlindungan anak.

Baca Juga  Menembus Teks Perundang-Undangan: Paradigma Baru Hakim Peradilan Agama Menguji Dispensasi Kawin Melalui Kacamata Hukum Internasional

Upaya Negara Dalam Menanggulangi Perkawinan Anak

Dalam rangka pencegahan perkawinan anak, negara telah mengeluarkan instrumen undang-undang. Namun demikian, peraturan yang ada di Indonesia masih memberikan peluang melalui Dispensasi Kawin. Pada dasarnya, peraturan dibangun untuk menegakkan hukum dan keadilan. Roscoe Pound dalam teorinya mengatakan bahwa law as a tool of social engineering, artinya bahwa hukum sebagai alat rekayasa sosial. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa melalui peraturan yang ada, negara dapat mengubah budaya yang menyimpang di masyarakat. Melalui peraturan yang ada, seharusnya permasalahan perkawinan anak dapat terselesaikan. Namun, pada prakteknya perkawinan anak masih terus berlangsung dengan angka yang sangat tinggi. Hal ini merupakan akibat dari ketidakkonsistenan aturan yang ada, yang tidak memberikan sanksi bagi pelanggaran atas aturan yang ada, namun justru memberikan jalan untuk melakukan perkawinan anak melalui dispensasi kawin. Oleh karena perubahan peraturan membutuhkan waktu yang tidak sebentar, maka seharusnya hakim dalam hal ini berperan untuk menekan angka perkawinan anak.   

Hakim melalui putusannya dapat menekan angka perkawinan anak yang tidak sesuai. Mahkamah Agung melalui PERMA Nomor 5 tahun 2019, pada dasarnya memberikan panduan dalam rangka memutus perkara dispensasi kawin agar angka perkawinan anak dapat ditekan. Hal ini diharapkan diikuti oleh para hakim dalam mengadili masalah dispensasi kawin, agar tujuan untuk mengurangi perkawinan anak dapat tercapai. Sudah saatnya hakim mulai benar-benar melihat pertimbangan kondisi psikologis dan kesehatan seorang anak yang ingin menikah dengan jeli. Jangan lagi hanya karena kondisi sudah hamil kemudian disahkan dispensasinya. Namun lebih lanjut hakim harus memberikan pertimbangan yang mendalam untuk memutuskan seseorang diijinkan menikahkan anaknya. Hal ini mungkin terlihat sepele, namun hal ini pula yang dapat menyumbangkan terhadap kemajuan negara.

Kesimpulan

 Melalui PERMA 5 tahun 2019, diharapkan Hakim dapat mengikuti dengan baik prosedur yang telah disusun, agar tujuan untuk menekan angka perkawinan anak dapat tercapai. Hakim sebagai garda depan keadilan sudah seharusnya mampu memberikan pertimbangan hukum yang dapat bermanfaat bagi kehidupan berikutnya. Hukum harus dilihat baik sebagai us constitutum maupun ius constituendum.

Selanjutnya, sudah seharusnya undang-undang perkawinan di Indonesia mulai ditata ulang untuk memperbaiki celah-celah yang diberikan, demi penegakan hukum di Indonesia. Selain itu diharapkan undang-undang perkawinan mampu menjadi alat untuk merekayasa masyarakat menjadi masyarakat yang lebih baik lagi.  Hal ini tentu sejalan dengan tujuan untuk mewujudkan Indonesia emas 2045.


[1] Data UNICEF tentang presentase perempuan usia 20-24 tahun yang menikah sebelum 15 tahun dan sebelum 18 tahun  yang diupdate pada bulan April tahun 2025, diambil dari website Unicef, https://data.unicef.org/topic/child-protection/child-marriage/.

[2] Pusat Data Perkara Badan Peradilan Agama yang diambil pada tanggal 31 Desember 2025.

Nur Latifah Hanum
Kontributor
Nur Latifah Hanum
Hakim Pengadilan Agama Ngamprah

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

anak Dispensasi Kawin perkawinan anak
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Perkuat Kepastian Hukum, Ketua Pengadilan/Mahkamah Syar’iyah se-Aceh dan Panitera Ikuti Pelatihan Eksekusi Riil dan Problematika Penyelesaiannya

By Wafa'November 5, 20260

Seluruh peserta Pelatihan, baik dari Ketua Pengadilan/Mahkamah Syar’iyah se-Aceh dan Panitera mengikuti materi “Eksekusi Riil…

Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak

November 5, 2026

Pengadilan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo dan KPK Perkuat Integritas serta Pencegahan Suap dan Gratifikasi

November 5, 2026

Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia

November 5, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Perkuat Kepastian Hukum, Ketua Pengadilan/Mahkamah Syar’iyah se-Aceh dan Panitera Ikuti Pelatihan Eksekusi Riil dan Problematika Penyelesaiannya
  • Merawat Etika Hakim di Ruang Sidang Anak
  • Pengadilan Negeri Sidoarjo Bersama Pemkab Sidoarjo dan KPK Perkuat Integritas serta Pencegahan Suap dan Gratifikasi
  • Penggunaan Artificial Intelligence dalam Peradilan: Pelajaran dari Pedoman Internasional bagi Mahkamah Agung Indonesia
  • Siapkan Generasi Hukum di Era AI, Pustrajak dan UIN Raden Intan Lampung Perkuat Sinergi

Recent Comments

  1. Dr. Sakwanah on Ketua MS Aceh Apresiasi Pelatihan BSDK, Harapkan Diklat Khusus Hukum Acara Jinayat
  2. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  3. Abdul Mustopa on MOVE!
  4. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  5. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Humas Pengadilan Negeri Sidoarjo
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.