Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dari Kampus Menuju Dunia Profesi, Pustrajak MA dan Fakultas Hukum UKI Jakarta Perkuat Sinergi

September 28, 2026

Ketua Kamar Pembinaan Lepas 14 Hakim Mengikuti Program KCCP JICA 2026: Perkuat Mediasi dan Pre-Trial demi Kepercayaan Publik

September 28, 2026

Beberapa Catatan Dari Buku II Peradilan Umum Edisi 2026: Benarkah Ada Perluasan Kewenangan Mengadili Perkara Permohonan?

September 28, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Akses Keadilan dan Integrasi Regional Warnai Hari Kedua Diklat Hukum Internasional di Manila

Akses Keadilan dan Integrasi Regional Warnai Hari Kedua Diklat Hukum Internasional di Manila

Aryaniek AndayaniBy Aryaniek AndayaniFebruary 13, 2026 · 22:55 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

MANILA – Memasuki hari kedua, suasana progresif menyelimuti Bonifacio Hall, Hotel Shangri-La The Fort, Manila, Jumat (13 Februari 2025 ). Para delegasi dari seluruh penjuru Asia Tenggara kembali berkumpul dalam rangkaian Advanced Courses of The Hague Academy of International Law (THAIL), sebuah forum prestisius yang mempertemukan pemikiran hukum terbaik di kawasan ASEAN.

Pergeseran Formasi: Menanggalkan Sekat Nasional

Berbeda dengan hari pertama yang menggunakan format meja bundar berbasis delegasi negara, panitia menerapkan perubahan tata letak ruang sidang di hari kedua. Peserta kini duduk berpasangan menghadap podium dalam lajur-lajur kelas yang memanjang ke belakang.

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Format baru tersebut dirancang untuk mendorong asimilasi antarpeserta dari berbagai latar belakang negara, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, hingga Timor Leste. Dengan membaurnya para hakim, pengacara, praktisi, dan akademisi, diskusi diharapkan tidak lagi bersifat eksklusif per negara, melainkan lebih bersifat kolaboratif dan lintas batas.

Prof. Diego: Individu Sebagai Titik Sentral Hukum Internasional

Sesi pembuka oleh Prof. Diego P. Fernandez Arroyo, Presiden Kuratorium The Hague Academy of International Law. Dalam pidatonya yang komprehensif, Prof. Diego menekankan pentingnya reorientasi sistem hukum internasional yang menempatkan akses keadilan sebagai prioritas utama.

“Hukum internasional harus memperluas akses keadilan. Negara bukan lagi satu-satunya subjek tunggal yang dilayani oleh sistem ini; individu dan kelompok harus mendapatkan ruang dan menjadi prioritas utama,” tegas Prof. Diego.

Beliau juga menyoroti peran strategis blok regional seperti ASEAN dalam menjaga keseimbangan di tengah ketimpangan ekonomi global. Menurutnya, supremasi negara yang mengabaikan hak-hak individu justru berisiko melemahkan legitimasi hukum internasional itu sendiri. Koordinasi regional dianggap sebagai kunci untuk memastikan bahwa kompleksitas global tidak mengorbankan kepastian hukum bagi masyarakat kecil.

Agenda Padat dan Diplomasi Informal

Rangkaian acara hari ini berlangsung intensif mulai pukul 09.00 hingga 17.00 waktu setempat. Di tengah jadwal yang padat, jeda waktu istirahat yang hanya berdurasi 20 menit dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta. Selain menikmati kudapan, momen ini menjadi ajang diplomasi informal untuk saling bertukar pikiran dan memperkuat jejaring profesional antar-negara anggota ASEAN dan Timor Leste.

Kehadiran delegasi tuan rumah, Filipina, sebagai kelompok terbesar menunjukkan komitmen kuat negara tersebut dalam memimpin diskursus hukum internasional di kawasan. Hingga berita ini diturunkan, sesi diskusi panel masih berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang mengenakan busana formal, mencerminkan keseriusan agenda yang diusung.

II Dr. Christophe Bernasconi sebagai sekretaris Jenderal HCCH . HCCH sebagai Jembatan antar Hukum Nasional  

Baca Juga  Permudah Akses Hukum di Daerah Terpencil, PN Dataran Hunipopu Selenggarakan Sidang Keliling

Sesion kedua ini dibuka dengan pertanyaan yang menggugah peserta , Dr.Cristophe melontarkan pertanyaan terkait sengketa yang melibatkan 2 pihak privat  dari 2 negara yang  berbeda terikat suatu kontrak  jual beli dan telah memilih satu negara untuk penyelesaian hukumnya atas pertanyaan tersebut bukan mengenai  masalah yang mana benar atau salah melainkan akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan  selanjutnya mengenai (i) otoritas mana yang memiliki yurisdiksi, (ii) hukum mana yang berlaku, (iii) bagaimana suatu putusan pengadilan asing dapat diakui dan dilaksanakan di suatu negara, dan (iv) bagaimana mekanisme kerja sama untuk mengatasi kendala prosedur dan administrasi yudisial dalam interaksi dan transaksi lintas batas negara.

Hukum internasional sering dipahami sebagai wilayah diplomasi dan negara. Namun Bernasconi menekankan bahwa dalam praktik sehari-hari, yang dihadapi hakim justru perkara konkret: anak yang dibawa lintas negara tanpa izin, kontrak bisnis internasional yang gagal, atau sengketa keluarga dengan kewarganegaraan ganda. Tanpa mekanisme kerja sama yang jelas, perkara-perkara ini bisa berubah menjadi labirin prosedural. Proses berlarut-larut, biaya membengkak, dan hak para pihak terkatung-katung.

Di titik inilah peran konvensi HCCH Hague Conference on Private International Law menjadi penting. Instrumen mengenai pelayanan dokumen, pengambilan alat bukti, hingga pengakuan dan pelaksanaan putusan asing, menurut Bernasconi, membangun “jembatan hukum” antarnegara.

Ia menyebut kerjasama sebagai “dimensi keempat keadilan”. Jika kepastian hukum, kesetaraan, dan efektivitas adalah fondasi klasik, maka kerjasama yang baik  adalah pengikatnya. Tanpa itu, keadilan lintas batas hanya menjadi slogan.

“Dengan satu konvensi multilateral, Anda tidak perlu ratusan perjanjian bilateral,” katanya, merujuk pada efisiensi yang ditawarkan sistem HCCH.

Lebih lanjut dijelaskan kelebihan dari HCCH memiliki 91 anggota yang terdiri dari Uni Eropa dan 90 negara yang mewakili semua kawasan di dunia. Selain itu, terdapat pula negara-negara yang belum menjadi anggota HCCH tetapi merupakan negara peserta dari konvensi yang dihasilkan oleh HCCH. Negara-negara seperti ini disebut dengan istilah ‘connected parties’. Jangkauan kerja HCCH dengan jumlah anggota HCCH dan connected parties itu meliputi lebih dari 150 negara. Salah satu instrumen HCCH, yaitu 1961 Apostille Convention yang Indonesia menjadi salah satu negara pesertanya. 

HCCH telah menghasilkan lebih dari 40 instrumen hukum. Instrumen-instrumen hukum tersebut memberikan panduan dalam hubungan lintas batas negara untuk tiga bidang utama, yaitu (i) hukum keluarga internasional dan perlindungan anak, (ii) litigasi transnasional dan Apostille, dan (iii) hukum komersial, digital, dan keuangan internasional.Penting untuk digarisbawahi bahwa instrumen-instrumen hukum yang dihasilkan HCCH tidak hanya memfasilitasi hubungan antar negara per se, tetapi juga memfasilitasi kebutuhan personal dan komersial warga negara dari negara-negara peserta instrumen. Karakteristik inilah yang membuat HCCH unik dan membedakannya dengan organisasi antar pemerintah lainnya seperti PBB.

Baca Juga  Perkuat Daya Saing Ekonomi, Pustrajak MA Matangkan Naskah Urgensi Eksekusi Putusan Perdata Asing

III Perspektif Prof. Jean-Marc Thouvenin Peran Hakim Nasional dalam Memperkuat Hukum Internasional:

Salah satu gagasan utama yang disampaikan Thouvenin adalah bahwa  Peran hakim nasional diharapkan berkontribusi pada hukum internasional  yang  pada dasarnya juga merupakan pelaksana hukum internasional. Ketika seorang hakim mempertimbangkan dalam putusannya Ketika ada terdapat peraturan yang ambigu maka dapat memperhatikan   penerapan perjanjian internasional, mempertimbangkan norma kebiasaan internasional, atau merujuk pada putusan mahkamah internasional, ia telah berkontribusi dalam praktik negara yang membentuk hukum internasional itu sendiri.

Peran ini menjadi sangat relevan dalam konteks ASEAN. Kawasan ini mengalami peningkatan interaksi ekonomi, mobilitas penduduk, dan kerja sama regional. Sengketa yang memiliki dimensi internasional semakin sering muncul di pengadilan nasional. Oleh karena itu, pemahaman hakim terhadap hukum internasional menjadi semakin penting.

Selain itu, Thouvenin menekankan pentingnya dialog yudisial lintas negara. Hakim dapat belajar dari putusan pengadilan di negara lain dan dari perkembangan praktik internasional. Dialog semacam ini membantu menciptakan konsistensi interpretasi dan memperkuat kohesi sistem hukum internasional. Diharapkan Hakim dapat bersikap imparsial dan fairness tidak hanya menutup mata dan hanya berkiblat pada hukum Nasional  namun juga membuka diri pada hukum Internasional.

Dalam konteks ASEAN, penguatan kapasitas hakim dalam memahami hukum internasional merupakan kebutuhan strategis. Pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, akses terhadap sumber hukum internasional, serta keterlibatan dalam forum internasional akan membantu meningkatkan kualitas putusan pengadilan.

 Prof Thouvenin menutup dengan menjelaskan Relevansi hukum internasional sangat bergantung pada bagaimana konstitusi negara anggota “menerima” hukum tersebut:

  • Pendekatan Monisme: Di negara seperti Filipina, konstitusi mengadopsi “prinsip-prinsip hukum internasional yang diterima secara umum” sebagai bagian dari hukum nasional. Hal ini memungkinkan hakim untuk menerapkan norma internasional tertentu secara langsung.
  • Pendekatan Dualisme: Di negara seperti Singapura atau Malaysia, perjanjian internasional biasanya harus “diubah” menjadi hukum domestik melalui undang-undang parlemen sebelum hakim dapat menegakkannya. Namun, hakim sering menggunakan hukum internasional sebagai alat interpretasi untuk memperjelas undang-undang domestik.
  •   Pendekatan Hybrid :  Gabungan dari keduanya.
Aryaniek Andayani
Kontributor
Aryaniek Andayani
Hakim Yustisial Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Akses Keadilan ASEAN HCCH Hukum Internasional THAIL Manila
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Dari Kampus Menuju Dunia Profesi, Pustrajak MA dan Fakultas Hukum UKI Jakarta Perkuat Sinergi

September 28, 2026

Ketua Kamar Pembinaan Lepas 14 Hakim Mengikuti Program KCCP JICA 2026: Perkuat Mediasi dan Pre-Trial demi Kepercayaan Publik

September 28, 2026

Environmental Law Masterclass Series, Memperkuat Peradilan ASEAN Menghadapi Tantangan Hukum Lingkungan dan Perubahan Iklim

September 28, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Senja di Losari dengan Secangkir Saraba dan Sepiring Pisang Epe

September 16, 2026

Siasat Tiada Henti Penjaga Keadilan

September 13, 20261,479 Views

Titah Leviathan

September 11, 2026

Di Balik Tradisi ‘Mohon Izin’: Meneguhkan Etika dan Jati Diri Prajurit pada HUT ke-81 TNI AL

September 10, 2026
Don't Miss

Dari Kampus Menuju Dunia Profesi, Pustrajak MA dan Fakultas Hukum UKI Jakarta Perkuat Sinergi

By Buang YusufSeptember 28, 20260

Jakarta, 28 September 2026 – Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia…

Ketua Kamar Pembinaan Lepas 14 Hakim Mengikuti Program KCCP JICA 2026: Perkuat Mediasi dan Pre-Trial demi Kepercayaan Publik

September 28, 2026

Beberapa Catatan Dari Buku II Peradilan Umum Edisi 2026: Benarkah Ada Perluasan Kewenangan Mengadili Perkara Permohonan?

September 28, 2026

Environmental Law Masterclass Series, Memperkuat Peradilan ASEAN Menghadapi Tantangan Hukum Lingkungan dan Perubahan Iklim

September 28, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Dari Kampus Menuju Dunia Profesi, Pustrajak MA dan Fakultas Hukum UKI Jakarta Perkuat Sinergi
  • Ketua Kamar Pembinaan Lepas 14 Hakim Mengikuti Program KCCP JICA 2026: Perkuat Mediasi dan Pre-Trial demi Kepercayaan Publik
  • Beberapa Catatan Dari Buku II Peradilan Umum Edisi 2026: Benarkah Ada Perluasan Kewenangan Mengadili Perkara Permohonan?
  • Environmental Law Masterclass Series, Memperkuat Peradilan ASEAN Menghadapi Tantangan Hukum Lingkungan dan Perubahan Iklim
  • Meluruskan Kekeliruan: Hukum Acara Perdata Tak Mengenal Eksekusi Sukarela

Recent Comments

  1. Nancy on “Spionase Bayangan” Mengupas dibalik Profiling Integritas dan Mystery Shopper Mahkamah Agung
  2. Yeheskel Haurissa on Ketika Pekerja Meninggal, Mengapa Ahli Waris Harus Menggugat?
  3. Hendi Rustandi on Bedah Tiga Berkas Perkara Untuk Perkuat Kesamaan Persepsi Penegakan Hukum, PTA Palangka Raya Sukses Gelar Diskusi Hukum Wilayah Timur di PA Buntok
  4. Nikmah Aeni on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
  5. aievangelist on AI dan Masa Depan Peradilan: Teknologi Membantu, Hakim Tetap Mengadili
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Wiwid Ariyanto
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Muhammad Yunus Tazryan
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.