Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Apakah Peradilan Memiliki Siklusnya Sendiri?

18 August 2026 • 17:20 WIB

Ketika Pengadilan Harus Tetap Merdeka, Belajar Stoikisme dari Ruang Batin

18 August 2026 • 07:27 WIB

Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak

17 August 2026 • 19:09 WIB
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
Home » Pembenahan Integritas: Perspektif Meritokrasi

Pembenahan Integritas: Perspektif Meritokrasi

Febby FajrurrahmanFebby Fajrurrahman16 February 2026 • 14:00 WIB9 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

“Kuburan penuh dengan orang-orang,

yang dulunya merasa diri mereka tak tergantikan”

-Charles de Gaulle-

Hantaman keras kembali dirasakan institusi kita. Tidak lama selepas tunjangan Hakim mengalami kenaikan, diiringi dengan tuntutan sama dari Hakim Ad Hoc, Kepaniteraan serta Kesekretariatan, coreng tebal muncul saat KPK melakukan tangkap tangan Juru Sita Pengganti PN Depok serta pihak swasta, yang kemudian mengarah kepada Wakil Ketua dan Ketua PN Depok, hingga akhirnya juga dijadikan tersangka.

Kejadian tersebut ibarat lemparan batu besar, memecah permukaan air yang datar. Membuat riak dan menimbulkan gelombang di permukaan air yang semula tenang. Peristiwa yang tak pelak membuat sebagian besar warga peradilan geram, namun mungkin sebagian lagi tersenyum sinis, sambil bergumam “naik gaji juga percuma, tetap saja rakus”.

Hal yang merupakan ironi, karena belum lama peraturan pemerintah yang mengatur kenaikan tunjangan hakim diberlakukan. Lantas apakah ini sinyalemen bahwa kenaikan tunjangan tak patut diberikan, mengingat masih juga terjadi tindakan transaksional dalam penanganan perkara? Penegasian hal itu tentu tidak dapat dinisbahkan pada hanya satu-dua atau beberapa pelanggaran hukum oleh hakim. Ada 8 ribu hakim lebih di seluruh penjuru Indonesia, yang masih pantas dan layak mendapatkan hak konstitusional yang telah diperjuangkan selama ini.

Internalisasi Integritas

Masih terngiang bagaimana Ketua Mahkamah Agung, YM. Prof. Sunarto dalam momen kegiatan pembinaan di awal jabatannya, pernah menegaskan: “Hakim memang tidak dituntut untuk (bersikap) seperti malaikat, tetapi jangan pula (berperilaku) seperti setan”, ini menegaskan bahwa Hakim adalah manusia yang memiliki kekurangan, kerap berbuat salah, tetapi jangan dijadikan alasan pembenar untuk melakukan perbuatan culas dan licik, memanfaatkan jabatannya dengan dalih bahwa dirinya juga manusia.

Konsistensi sikap Ketua Mahkamah Agung terhadap perilaku menyimpang tersebut, ditunjukkan jelas dengan pernyataan dalam rilis resmi pada 5 Februari 2026 melalui Juru Bicara Mahkamah Agung, maupun dalam kegiatan pembinaan tanggal 10 Februari 2026, bahwa institusi tidak akan melindungi apalagi memberikan bantuan hukum atas dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparatur di PN Depok. KMA juga mendukung KPK melanjutkan penyidikan, dengan langsung memberikan ijin untuk melakukan penangkapan dan penahanan. Ini menunjukkan komitmen Mahkamah Agung dengan menerapkan Zero Tolerance, terhadap tindakan transaksional yang memanfaatkan jabatan dan kedudukan di pengadilan.

Saat ini, persoalan kesejahteraan seharusnya tidak lagi menjadi variabel yang dapat mempengaruhi integritas hakim. Dengan kenaikan tunjangan yang signifikan, tidak ada pilihan bagi hakim selain meningkatkan kinerja dan kualitas dalam melaksanakan tugas-tugas yudisial. Selama pola dan gaya hidupnya tidak berlebihan, tidak ada lagi alasan kesulitan finansial, yang dapat mengganggu dan menggoyahkan akal sehat dan nurani bersih saat menangani perkara. Judicial corruption tidak dapat ditoleransi, dan tidak layak mendapatkan tempat di peradilan.

Integritas sudah sepatutnya menjadi identitas yang melekat dari keseharian hakim. Kadarnya dapat dilihat dari kualitas putusan, kedalaman nalar dan nurani, ketajaman narasi pertimbangan hukum, sehingga bisa menghadirkan keadilan bagi para pihak. Putusan yang disusun, tak sekedar menggugurkan kewajiban atau rutinitas menyelesaikan pekerjaan belaka.

Alih-alih hanya menyesali, mengutuk atau mengabaikan dan tidak peduli, apa tindakan yang paling tepat untuk menyikapinya? Tentu dengan memastikan tegaknya integritas, pola pengisian jabatan yang konsisten dan objektif, serta mekanisme reward & punishment bagi hakim dan seluruh aparatur peradilan.

Meritokrasi Inklusif

Berdasarkan Laporan Tahunan 2025, jumlah aparatur Mahkamah Agung (dan 4 lingkungan peradilan di bawahnya), adalah sebanyak 44.532 orang, dengan komposisi Hakim sebanyak 9.058 orang (20,34%), dibandingkan jumlah pegawai sebanyak 35.474 orang (79,65%). Komparasi ini secara sumir dapat menunjukkan bahwa pintu masuk judicial corruption melalui hakim, memiliki kadar kerentanan yang tidak lebih besar dibandingkan dengan melalui aparatur peradilan lainnya.

Dari statistik itu, hal yang tak kalah penting adalah kapasitas dari seluruh aparatur peradilan, dalam kedudukan dan jabatan. Kapasitas dimaknai sebagai integritas & kompetensi secara inklusif, disertai penjenjangan karir yang jelas. Secara sederhana dapat digambarkan bahwa pimpinan maupun Hakim di Pengadilan Kelas 1A, tentu sebelumnya pernah bertugas di pengadilan kelas 1B atau kelas II, yang seiring waktu, pengalaman dan kemampuan serta kepatutannya, mengalami kenaikan tingkat (promosi).

Baca Juga  Menata Standar Reliabilitas Ilmiah dan Integritas Prosedural dalam Pembuktian Digital

Meritokrasi yang kendati awalnya dicetuskan Michael Young sebagai satire, sejatinya adalah dasar dari pemberian dan penempatan jabatan di peradilan. Tak terbatas untuk struktural Hakim, tapi juga jabatan yang diemban PNS di lingkungan MA. Tanpa itu, motivasi dan pengharapan aparatur peradilan tidak hanya akan menyebabkan instabilitas dan hambatan produktivitas kinerja, tapi juga dapat menyebabkan kesenjangan individual, yang terkait kedudukan maupun kesejahteraan.

Pilar utama meritrokasi merujuk pada 3 elemen vital, yakni: (1) kesempatan yang sama (equality of opportunity); (2) mobilitas sosial vertikal, dimana naik turunnya jabatan/posisi semata didasarkan pada pencapaian/kinerja; dan (3) evaluasi objektif, dengan standar yang tidak bias dan terukur berdasarkan KPI (Key Performance Index) masing-masing.

Berdasarkan parameter tersebut, baik dalam SK KMA Nomor 48/KMA/SK/II/2017, maupun perubahannya melalui SK KMA Nomor 133/KMA/SK.KP1.1.2/VII/2025 yang mengatur Pola Mutasi Hakim di 4 (empat) Lingkungan Peradilan, terdapat beberapa esensi utama, yakni mengenai pola perpindahan (mutasi, promosi dan demosi), pembatasan masa jabatan, profiling dan mekanisme fit & proper test sebagai reward & punishment.

Hal yang berbeda secara eksplisit, tidak ditemukan dalam Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung Nomor: 1/SEK/SK/1/2019, yang mengatur Pola Promosi dan Mutasi Pegawai Kesekretariatan di Lingkungan Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di Bawahnya. Kendati mengatur hal yang serupa, pengaturannya tidak secara spesifik membahas mengenai pembatasan masa jabatan, profiling dan mekanisme fit & proper test sebagai reward & punishment, untuk aparatur peradilan khususnya jabatan non-struktural.

Penempatan dan pengangkatan Hakim, bermula dari pengadilan kelas II (di PN & PA) atau pengadilan Tipe C (di PTUN), kemudian secara berjenjang dapat meningkat, sampai bertugas di Kelas IA, IA Khusus atau Tipe A. Hal itulah yang kemudian dimaknai sebagai mutasi dan promosi. Sementara bagi pegawai, penempatan maupun perpindahan dari pengadilan kelas II ke pengadilan kelas IB, IA dan IA Khusus, ke pengadilan tinggi bahkan ke MA, tidak termasuk kriteria promosi sebab tidak menyaratkan pangkat/jabatan, masa kerja maupun hasil fit & proper test tertentu. Pegawai yang sejak awal ditugaskan dan ditempatkan di pengadilan dengan tingkatan lebih tinggi atau bahkan MA, sepanjang tidak ada intervensi, tidak akan merasakan bertugas di pengadilan dengan tingkatan di bawahnya.

MA secara konsepsi merupakan puncak karir dari aparatur peradilan, hal yang diantaranya tercermin dari jabatan tertinggi hakim adalah menjadi Hakim Agung. Tidak semua hakim memiliki kesempatan untuk menjadi Hakim Agung, bahkan Hakim Yustisial di MA. Terdapat proses seleksi yang ketat dan berlapis, demi mendapatkan Hakim Agung maupun Hakim Yustisial yang tak hanya memiliki kemampuan teknis mumpuni, tapi juga memiliki rekam jejak integritas teruji, demi memastikan keagungan institusi dan produk hukum yang dihasilkan.

Secara logis, seharusnya kriteria serupa diterapkan pada aparatur selain Hakim. Perpindahan atau mutasi ke pengadilan yang lebih tinggi (kelasnya maupun tingkatan pengadilannya), sebaiknya diposisikan sebagai proses promosi, sebab berhubungan dengan jenjang karir dan jabatan, dan terutama aspek pendapatan (take home pay). Sederhananya, pegawai di pengadilan tingkat pertama, memiliki variabel pendapatan dan karir yang berbeda dengan pegawai di MA kendati memiliki golongan, pangkat/jabatan dan masa kerja yang sama. Padahal bisa jadi secara kemampuan, kapasitas dan kompetensi, tidaklah jauh berbeda.

Disinilah urgensi seleksi, mekanisme perpindahan (promosi, mutasi, demosi) serta pembatasan masa kerja di satuan kerja dengan syarat dan ketentuan yang objektif, perlu diterapkan untuk semua aparatur peradilan tingkatan, tidak hanya terhadap Hakim.

Baca Juga  Geliat PTWP : Menjaga Sportivitas Tanpa Mengorbankan Integritas

Relevansi Dengan Pembenahan Institusi

Keberhasilan Shin Tae-Yong, mengembalikan pamor sepakbola khususnya tim nasional dalam rentang waktu 2019-2025, selain faktor rekrutmen diaspora dan naturalisasi pemain keturunan, juga dinarasikan karena keberaniannya “memotong generasi”. Pemain yang sebelumnya hampir selalu menjadi langganan tim nasional, perlahan ditepikan dan diganti oleh pemain-pemain muda generasi di bawahnya, yang mau dan mampu mengikuti teknis, cara serta metode bermain yang ditetapkannya.

Premis tidak ada (pekerja) yang tak tergantikan, meskipun terkesan “dingin dan kejam”, tetapi merupakan realita dari sebuah sistem yang adil dan dinamis bagi semua orang, termasuk penulis sendiri.

Dalam meritokrasi, premis tersebut justru menjadi mesin sirkulasi, sebagai bahan bakar pertumbuhan dan empowering, yang memacu akselerasi organisasi. Jika seseorang menempati posisi strategis dalam rentang waktu yang cukup lama, terlebih hanya karena mengandalkan senioritas atau koneksi, akan menyebabkan organisasi stagnan. Tidak kunjung naik kelas. Tim Nasional Sepakbola Indonesia, adalah contoh nyata.

Meritokrasi juga menghapus bottleneck kompetensi. Kerap, pekerja yang merasa “tak tergantikan” cenderung menimbun (hoarding) dan menahan (holding) informasi, dengan tujuan spesifik agar posisi mereka aman atau diamankan. Hal yang sebenarnya merupakan racun bagi organisasi. Dalam ekosistem yang sehat, sistem dibuat sedemikian rupa sehingga keberlangsungan organisasi dan kelancaran pekerjaan tidak bergantung pada individu tertentu, melainkan pada standar kualitas. Ini akan memaksa setiap individu melakukan pengembangan kemampuan (upscaling), agar tetap relevan dengan bidang pekerjaan, alih-alih merasa tenteram berada di zona nyaman.

Sebagai analogi, air yang baik adalah yang terus mengalir, tidak menggenang. Bila jernih, ia akan membuang dan menjatuhkan pasir, partikel serta elemen negatif lain ke dasar wadah, bila ia keruh dan kotor, maka bau dan kejorokan yang dikandungnya akan menyebar, tidak menetap dan memenuhi satu tempat tertentu. Air yang mengalir, juga tidak akan menghambat datangnya air lain yang mungkin lebih jernih dan memiliki kandungan mineral lebih baik.

Prinsip bahwa semua orang bisa digantikan, merupakan janji bagi mereka yang berada di bawah (secara struktural). Ini berarti tidak ada “langit-langit kaca” yang tidak bisa ditembus. Jika performa menjadi satu-satunya parameter dan “mata uang yang berlaku”, maka siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki hak yang sama untuk menggantikan siapapun yang berada di atasnya. Hal yang berlaku juga secara a contrario.

Selaras dengan itu, mutasi dan/atau promosi yang beberapa waktu ke belakang diterapkan oleh Pimpinan Mahkamah Agung terhadap pimpinan dan hakim di pengadilan-pengadilan di DKI Jakarta, yang memiliki eksposure tinggi, dapat diklasifikasikan sebagai salah satu implementasi 3 elemen vital meritokrasi sebagaimana diuraikan sebelumnya, dengan tujuan memastikan terjaganya standar tinggi organisasi,sekaligusrefleksi dari mekanisme reward & punishment.

Penindakan atas pelanggaran hukum, merupakan tindakan represif yang dilakukan pasca kejadian, hal mana relatif menyakitkan dan menjadi cela bagi institusi. Namun pengawasan dan pembinaan, dalam hal implementasi pola mutasi yang berbasis meritokrasi, lebih merupakan tindakan preventif yang dapat mereduksi dan menghindarkan aparatur peradilan, dari tindakan penyalahgunaan wewenang dalam jabatan, terutama Judicial Corruption.

Konsistensi menjaga penerapan pola mutasi bagi hakim, kendati tidak menjamin sirnanya judicial corruption di peradilan, setidaknya mengurangi dan memangkas rantai busuk yang selama ini menghubungkan, dan saling mengikat oknum aparatur peradilan yang telah berurat-akar. Pun halnya dengan pola mutasi aparatur peradilan lainnya. Meskipun berkorelasi dengan ketersediaan anggaran, adanya promosi dan demosi pegawai secara objektif dan terukur, merupakan refleksi nyata penghargaan atas kemampuan, kecakapan, integritas serta kesamaan perlakuan, demi menjaga ekosistem sehat organisasi dan tuntutan reformasi birokrasi.

Febby Fajrurrahman
Kontributor
Febby Fajrurrahman
Hakim Yustisial Kamar Tata Usaha Negara

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

integritas meritokrasi
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Apakah Peradilan Memiliki Siklusnya Sendiri?

18 August 2026 • 17:20 WIB

Ketika Pengadilan Harus Tetap Merdeka, Belajar Stoikisme dari Ruang Batin

18 August 2026 • 07:27 WIB

Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak

17 August 2026 • 19:09 WIB
Leave A Reply


Demo
Top Posts

Sayap Patah dan Keadilan Yang Tersisa Bagi Elang

15 August 2026 • 14:32 WIB

Secangkir Cocopresso dari Seorang Yang Mulia

15 August 2026 • 12:22 WIB

Dari Monitoring Hingga Titik Nol: Sebuah Perjalanan Tentang Pengabdian

30 July 2026 • 15:00 WIB

Sebelum Karangan Bunga Berikutnya Dikirim

27 July 2026 • 12:12 WIB
Don't Miss

Apakah Peradilan Memiliki Siklusnya Sendiri?

By Muamar Azmar Mahmud Farig18 August 2026 • 17:20 WIB0

Pada 19 Agustus 2026, Mahkamah Agung Republik Indonesia genap berusia 81 tahun. Usia tersebut cukup…

Ketika Pengadilan Harus Tetap Merdeka, Belajar Stoikisme dari Ruang Batin

18 August 2026 • 07:27 WIB

Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak

17 August 2026 • 19:09 WIB

Ketika Kemerdekaan Berhenti di Tiang Bendera

17 August 2026 • 09:26 WIB
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Apakah Peradilan Memiliki Siklusnya Sendiri?
  • Ketika Pengadilan Harus Tetap Merdeka, Belajar Stoikisme dari Ruang Batin
  • Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
  • Ketika Kemerdekaan Berhenti di Tiang Bendera
  • Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di BSDK MA: Memaknai Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran

Recent Comments

  1. kumalasari on Ketika Perkawinan Tidak Tercatat : Isbat Nikah sebagai Jalan Menuju Perlindungan Hak Anak
  2. Kumalasari on PT Manado Beri Masukan atas Rancangan PERMA Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian
  3. Noezafri Amar on Peran dan Kedudukan Juru Bahasa Asing dalam Pemenuhan Hak Fair Trial bagi Terdakwa Warga Negara Asing Menurut KUHAP Baru
  4. cindy on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
  5. Jeje on Putusan untuk Bumi: Refleksi Hakim di Tengah Triple Planetary Crisis
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo, S.H.
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Dr. Drs. H. Abdul Hadi, M.H.I.
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Eddy Sembiring
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbah S.T., M.Eng.
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Dr. Satria Perdana, S.H., M.H.
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
  • Avatar photo Septriono Situmorang
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Slamet Turhamun
  • Avatar photo Sobandi
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Subiyatno
  • Avatar photo Teddy Lahati
  • Avatar photo Tri Baginda Kaisar Abdul Gafur
  • Avatar photo Urif Syarifudin
  • Avatar photo Wanda Rara Farezha,S.H.
  • Avatar photo Wienda Kresnantyo
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Willsa Suharyadi
  • Avatar photo Yoshelsa Wardhana
  • Avatar photo Yukiatiqa Afifah
  • Avatar photo Marsekal Muda TNI Dr. Yuwono Agung Nugroho, S.H., M.H.
  • Avatar photo Zidny Taqiyya
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.