SOREANG, KABUPATEN BANDUNG – Pengadilan Agama (PA) Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menggelar kegiatan donor darah pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-8 PA Soreang, yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/10/2026).
Tidak hanya melibatkan hakim dan pegawai pengadilan, kegiatan tersebut juga dibuka bagi anggota Dharmayukti Karini, mahasiswa yang menjalani magang, advokat, serta masyarakat yang sedang mengurus keperluan di PA Soreang. Panitia menargetkan 100 orang dapat mendonorkan darahnya dalam kegiatan hari ini.
Ketua PA Soreang, Badrudin, S.H.I., M.H., mengajak seluruh unsur di lingkungan pengadilan untuk ikut berpartisipasi. Menurut dia, peringatan ulang tahun lembaga semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Badrudin menyoroti kebutuhan darah di Kabupaten Bandung yang masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi untuk melayani permintaan dari berbagai rumah sakit. Karena itu, partisipasi masyarakat dalam donor darah dipandang penting untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Ia mengingatkan bahwa darah yang disumbangkan memiliki arti besar bagi penerimanya. Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial untuk meramaikan hari jadi institusi, melainkan bentuk kepedulian kepada orang lain yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan bantuan.

Badrudin juga menekankan bahwa kebutuhan transfusi darah kerap berkaitan dengan kondisi medis serius. Dalam situasi semacam itu, ketersediaan darah dapat menjadi bagian penting dari penanganan pasien. Ajakan mendonor, menurut dia, berangkat dari kesadaran bahwa kepedulian sederhana dapat berarti banyak bagi kehidupan sesama.
Badrudin mengajak setiap orang yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk tidak ragu mengambil bagian. Menurut dia, sumbangan darah dapat memberikan manfaat yang tidak selalu terlihat langsung oleh pendonor. Penerimanya mungkin tidak pernah berjumpa dengan orang yang mendonorkan darah, tetapi bantuan tersebut dapat memiliki arti besar ketika dibutuhkan dalam proses perawatan.
Targetkan 100 Pendonor
Dalam kesempatan berbeda, Ketua Panitia HUT ke-8 PA Soreang, Tayep Suparli, S.Sy., M.H., menjelaskan, target 100 pendonor disusun dengan melibatkan dua kelompok peserta. Sebanyak 70 pendonor diharapkan berasal dari keluarga besar PA Soreang, sedangkan 30 lainnya dari kalangan advokat dan masyarakat Kabupaten Bandung yang sedang beraktivitas di pengadilan.

Kelompok internal tersebut mencakup para hakim, aparatur PA Soreang, anggota Dharmayukti Karini, dan mahasiswa magang. Sementara itu, keterlibatan advokat serta pengunjung pengadilan dimaksudkan untuk memperluas kesempatan berpartisipasi di luar lingkungan aparatur peradilan.
Tayep berharap target 100 pendonor dapat terpenuhi pada Senin ini. Meski demikian, angka tersebut masih merupakan sasaran panitia, bukan jumlah kantong darah yang telah berhasil dikumpulkan. Jumlah peserta yang benar-benar dapat mendonor tetap bergantung pada proses pemeriksaan dan persyaratan kesehatan pendonor.
Diawali Pemeriksaan Kesehatan dan Talkshow Kesehatan Mental
Rangkaian kegiatan kesehatan dalam menyambut ulang tahun PA Soreang sebenarnya telah dimulai sejak Jumat (16/10/2026). Pada pagi hari, PA Soreang menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up bagi para hakim serta pemeriksaan kesehatan bagi seluruh aparatur pengadilan.

Kegiatan itu dilaksanakan melalui kerja sama dengan Labklinik Kimia Farma Diponegoro Bandung. Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan perhatian aparatur terhadap kondisi tubuh di tengah rutinitas pekerjaan dan pelayanan peradilan.
Pada Jumat sore, rangkaian acara dilanjutkan dengan gelar wicara atau talkshow kesehatan mental. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Nur ‘Aini Azizah, M.A., PSYC, dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai narasumber.
Pemilihan tema kesehatan mental melengkapi pemeriksaan kondisi fisik yang dilaksanakan pada pagi harinya. Keduanya menempatkan kesehatan aparatur sebagai bagian dari perhatian lembaga menjelang peringatan ulang tahun, di samping kegiatan sosial yang ditujukan kepada masyarakat luas.
Dalam konteks peringatan ulang tahun, pemilihan kegiatan kesehatan dan kemanusiaan sekaligus memberi warna berbeda pada agenda institusi. Para hakim dan pegawai yang sehari-hari menjalankan fungsi pelayanan hukum mendapat kesempatan memperhatikan kesehatannya sendiri. Sementara itu, melalui donor darah, lingkungan pengadilan berupaya menghadirkan manfaat yang melampaui tugas utamanya dalam memeriksa dan menyelesaikan perkara.
Bagi lembaga pelayanan publik seperti pengadilan, isu kesehatan fisik dan mental memiliki kaitan dengan pelaksanaan tugas sehari-hari. Aparatur berhadapan dengan pekerjaan administratif, persidangan, serta masyarakat yang datang membawa beragam persoalan hukum dan keluarga. Kondisi kesehatan yang terjaga menjadi salah satu penopang agar pelayanan dapat berlangsung secara baik.
Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Dari pemeriksaan kesehatan, diskusi mengenai kesehatan mental, hingga donor darah, rangkaian HUT ke-8 PA Soreang memperlihatkan dua arah perhatian. Di satu sisi, ada upaya mengajak aparatur menjaga kesehatan diri. Di sisi lain, ada dorongan untuk berbagi kepada warga yang membutuhkan pertolongan.

Pelibatan mahasiswa magang, advokat, dan pengunjung pengadilan juga membuka ruang kebersamaan di luar hubungan kerja maupun urusan perkara. Mereka yang sehari-hari datang dengan kepentingan berbeda, diajak terlibat dalam kegiatan kemanusiaan yang memiliki tujuan bersama.
Bagi panitia, keberhasilan kegiatan donor darah tidak hanya tercermin dari upaya mencapai target 100 pendonor. Kesediaan berbagai kelompok untuk mengambil bagian, juga menjadi pesan bahwa peringatan hari jadi PA Soreang, dapat dirayakan melalui tindakan yang bermanfaat bagi orang lain.
Puncak peringatan HUT ke-8 PA Soreang dijadwalkan pada 22 Oktober 2026. Sebelum tanggal tersebut tiba, kegiatan donor darah pada Senin ini menjadi salah satu cara PA Soreang menandai hari jadinya, dengan menghubungkan kepedulian terhadap kesehatan aparatur dan kebutuhan kemanusiaan di tengah masyarakat Kabupaten Bandung.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


