BALIKPAPAN — Bertempat di Ruang Sidang Borneo I Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, Kepala Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, Kolonel Laut (H) Bagus Partha Wijaya, S.H., M.H., bersama seluruh personel mengikuti kegiatan Sosialisasi Edukasi Kesehatan Mata dan Pemeriksaan Mata pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga fungsi penglihatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan tim medis dari RS Mata SMEC Balikpapan.
Hadir langsung bertindak sebagai pemateri yaitu dr. Dani Ibrahim Harahap, yang memaparkan edukasi mengenai deteksi dini gangguan penglihatan serta tips menjaga kesehatan mata di era digital bagi para aparatur sipil dan militer.

Edukasi ini sangat penting mengingat Mata adalah salah satu indra paling penting untuk beraktivitas sehari‑hari. Seiring meningkatnya penggunaan gawai, kasus mata minus (miopi) semakin banyak ditemukan, terutama pada anak‑anak dan remaja. Di tengah kekhawatiran masyarakat akan gangguan penglihatan, muncul keyakinan tradisional yang sudah turun‑temurun, bahwa air rebusan daun sirih dapat mengobati mata dan makan wortel dapat mengurangi mata minus. Namun, apakah kedua keyakinan tersebut sesuai dengan fakta medis?
Mitos daun sirih bisa mengobati mata, termasuk mata minus, banyak warga percaya bahwa air rebusan daun sirih dapat menetes atau dikompreskan ke mata untuk menyembuhkan mata merah, infeksi, bahkan mengurangi mata minus. Memang benar daun sirih mengandung senyawa antiseptik dan antioksidan jika diuji di laboratorium. Namun, uji tersebut hanya dilakukan di luar tubuh manusia, bukan pada jaringan mata yang sensitif.
Secara medis, penggunaan air rebusan daun sirih secara langsung ke mata berisiko bahaya serius, karena air rebusan tidak steril dan bisa membawa jamur serta bakteri dari permukaan daun dan kandungan zat minyak atsiri serta tingkat keasaman daun sirih tidak sesuai dengan pH normal permukaan mata sehingga dapat menggores kornea atau menyebabkan luka mata, jika terjadi luka pada kornea, risiko infeksi jamur (keratitis jamur) bisa muncul dan dalam kasus berat dapat menyebabkan kebutaan permanen.
Tidak ada bukti ilmiah bahwa daun sirih dapat mengubah bentuk bola mata yang menjadi penyebab utama mata minus. Daun sirih bukanlah obat mata. Jika mata merah, perih, atau pandangan kabur, sebaiknya periksa ke dokter spesialis mata, jangan menggunakan ramuan tradisional secara langsung ke mata.

Mitos berikutnya seperti makan banyak wortel dapat mengurangi mata minus.
Wortel terkenal kaya akan beta‑karoten yang diubah tubuh menjadi vitamin A. Vitamin A sangat penting untuk menjaga fungsi retina, terutama membantu penglihatan di tempat cahaya minim (malam hari), serta mencegah penyakit akibat kekurangan vitamin A seperti rabun malam.
Mata minus terjadi karena bola mata lebih panjang dari normal atau kelengkungan kornea berubah, sehingga cahaya tidak tepat jatuh ke retina. Perubahan bentuk anatomi ini tidak dapat diperbaiki hanya dengan mengonsumsi makanan apa pun, termasuk wortel.
Mengonsumsi wortel secara teratur tetaplah baik sebagai bagian dari pola makan sehat untuk menjaga kesehatan mata secara umum, tetapi tidak dapat memperkecil derajat minus yang sudah ada. Jangan menunda pemeriksaan mata hanya karena berharap wortel akan menyembuhkan rabun jauh.
Dari paparan yang disampaikan dapat diketahui cara menjaga kesehatan mata yang benar dan efektif untuk diterapkan daripada bergantung pada mitos yang belum teruji, tips yang dapat dilakukan sebagai langkah‑langkah pencegahan yang disarankan tenaga medis:
- Terapkan aturan 20‑20‑20: setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata 20 detik dengan melihat objek berjarak sekitar 6 meter;
- Luangkan waktu aktivitas di luar ruangan setiap hari;
- Konsumsi makanan beragam yang kaya nutrisi mata (sayuran hijau tua, buah‑buahan, ikan) sebagai bagian dari gizi seimbang;
- Periksa mata secara rutin ke dokter spesialis mata, terutama jika mulai sering merasa pandangan kabur;
- Gunakan kacamata atau lensa kontak sesuai resep dokter jika sudah terdiagnosis mata minus;
- Hindari memasukkan cairan ramuan tradisional apa pun secara langsung ke mata tanpa rekomendasi dokter.
Daun sirih tidak aman untuk dipakai langsung ke mata dan tidak dapat mengatasi mata minus. Wortel bermanfaat untuk menjaga fungsi mata, tetapi tidak bisa mengurangi derajat miopi. Memahami fakta‑fakta ini membantu kita merawat mata dengan cara yang tepat, menghindari pengobatan berisiko, dan segera mendapatkan penanganan medis jika diperlukan.
Setelah sesi pemaparan, seluruh personel Dilmil IV-16 Balikpapan antusias mengikuti rangkaian tes pemeriksaan mata secara langsung, selanjutnya Kadilmil, juga mengharapkan sinergi dan kolaborasi dengan RS Mata SMEC Balikpapan ini diharapkan dapat mendukung performa kerja yang optimal dan menjaga kesejahteraan fisik seluruh personel dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan dan sebagai awal untuk kedepannya dapat melakukan kegiatan bakti kesehatan bersama Dilmil IV – 16 Balikpapan.

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


