Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hakim Agung Syamsul Arief Tekankan Pengujian Ilmiah dalam Penggunaan Expert Judgment pada Perkara Lingkungan Hidup

October 20, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Lima Hakim Yustisial MA Ikuti Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 di Bali

October 20, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Court Security System : Pelajaran dari lantai 27 Victoria Police Centre

Court Security System : Pelajaran dari lantai 27 Victoria Police Centre

Syamsul AriefBy Syamsul AriefNovember 19, 2025 · 21:59 WIB7 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

SUARABSDK. ~ Melbourne, Rabu pagi, 19 November 2025. Cuaca cerah, suhu 15 derajat. Sejuk yang membuat logika bisa bekerja tanpa dipaksa. Martin, Manager International Program Federal Court Australia (FCA), menunggu kami di depan gedung FCA yang berdiri anggun di posisi hook simpang jalan raya William Street dan La Trobe Street.

Disampingnya Flagstaff Garden membentang hijau ditingkahi burung camar paruh merah terbang di cabang pohon london plane lalu turun melenggang dijalan tiada takut pada manusia didekatnya.

Kami berjalan 200 meter menuju Victoria Police Center (VPC). Di depan gedung itu, Superintendent Scot Johnson menyambut kami. Setelah saling bersalaman, ia mengajak masuk dan bercerita bahwa gedung megah 40 lantai itu baru dua tahun ditempati. Kantor polisi ini menampung 21.324 polisi, guna seluruh tenaga keamanan negara bagian Victoria. Setelah diberi ID card, kami menuju lantai 27. Di sana, Inspector Peter Mellas dan Senior Sergeant Chris Jefferey sudah menunggu.
Kemudian ketiganya bergantian menjelaskan tugas Kepolisian Victoria dalam pengaman di Pengadilan.

Peran Polisi Victoria di Pengadilan

Polisi Victoria Australia memberi perlindungan pada gedung dan fasilitas publik, kekuasaan negara yang harus dijaga bukan karena kehormatan birokrasi tapi karena keamanan warga.

Mereka bertugas menjaga pengadilan: County Court, Magistrates’ Court, hingga Supreme Court Victoria. Semua berdasarkan Undang-undang, bukan undangan khusus dari ketua pengadilan, bukan pula amplop makan siang dari panitera.

Di Victoria, keamanan pengadilan bukan “pilihan moral”, melainkan kewajiban legal. Polisi bekerja berdasar: Court Security Act 2017, Victoria Police Act 2013, Judicial Proceedings Reports Act, Standard Operating Procedures, Court Security Officers (G4S).

Tugas teknis polisi di pengadilan antara lain: Patroli harian di County Court, Magistrates’ Court, dan Supreme Court. Mengambil alih barang berbahaya hasil screening petugas keamanan pengadilan. Respon langsung terhadap ancaman: agresi, kekerasan, percobaan serangan terhadap hakim, jaksa, atau saksi. Pengawalan tahanan dari fasilitas Corrections Victoria jika dibutuhkan. Koordinasi harian dengan Court Security Officers (CSO). Tentu tidak menerima honorarium, konsumsi atau uang tambahan dari pengadilan.Tidak menunggu undangan resmi dari ketua pengadilan. Singkatnya: Polisi datang karena undang-undang memerintah, bukan karena undangan kepala pengadilan membujuk melalui grup WhatsApp.

Integritas Sebagai Barang Publik

Di sini ironi mulai terasa: Polisi Victoria datang setiap hari ke pengadilan bukan jika diminta. Mereka hadir tanpa mengajukan syarat-syarat tambahan yang di negeri lain sering dikemas sebagai “uang transport”, “uang konsumsi”, atau “uang rokok” – istilah yang terdengar lebih sopan daripada “gratifikasi kecil-kecilan”.

Petugas keamanan pengadilan (Court Security Officers) melakukan screening di pintu masuk. Polisi Victoria mendampingi, menerima barang-barang berbahaya hasil pemeriksaan: pisau, gunting, benda tajam. Dicatat, disimpan, dikembalikan, atau disita sesuai aturan. Tak ada drama. Tak ada negosiasi gelap-gelapan. Tak ada oknum yang berkata, “Bisa kita bicarakan, Pak?”. Keamanan adalah prosedur, bukan transaksi.

Lalu saya bertanya hal yang di beberapa negara dianggap sensitif: “Apakah kalian tidak iri dengan gaji hakim atau jaksa yang jauh lebih tinggi?”

Baca Juga  “Championing Justice: Meneguhkan Peran Hakim Perempuan dalam Menjaga Martabat Keadilan”

Peter polisi berpuluh tahun pengalaman dalam menghadapi demonstrasi masyarakat itu tersenyum kecil. “Profesi ini saya pilih sejak muda,” ujarnya. “Saya tahu gajinya tidak sebesar profesi hukum lain. Saya bisa saja mengeluh kepada istri saya, tapi tidak kepada publik. Masyarakat tidak perlu tahu kekurangan kami. Tugas kami adalah melindungi mereka. Itu perintah undang-undang. Integritas kami tidak boleh menjadi tebusan untuk simpati.” Ucap Peter tenang dan tidak dibuat-buat seperti janji politisi lima tahunan.

Lalu saya bertanya lagi. Kali ini pertanyaan yang sering relevan di republik seberang garis khatulistiwa: “Apakah pimpinan kalian pernah memerintahkan aksi populis? Direkam, diviralkan, lalu dijadikan alat untuk meminta tambahan anggaran? Atau taktik agar pimpinan polisi kalian mendapat tempat di panggung politik?”

Peter menggeleng. “Kami bukan politisi. Kami bekerja karena undang-undang, bukan pencitraan”, Jawab Peter sambil tersenyum seperti mau mengatakan pertanyaan langka apa ini.

Lalu Chris Jefferey yang lebih tua tapi posisinya adalah anakbuah Peter itu menimpali sopan: “Integritas itu mengalir dalam darah kami, jadi tidak terpikir oleh kami untuk bertransaksi dijalanan menjual rasa keamanan”, ucap Chris tenang meski ditubunya mengenakan perangkat keamanan seberat 5 kg tanpa sedikit pun ekspresi lelah.

“Kami tidak bermain politik. Tugas kami: menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat. Titik”, ucap Peter menjawab terang pertanyaan saya.

Dalam logika akademik, pernyataan Peter dan Chris dua Polisi Victoria itu adalah Etika Weberian. Bahwa Polisi Victoria ini bertindak berdasarkan legalitas dan etos jabatan, bukan kepentingan pribadi. Mereka bekerja melindungi warga dan memberikan keamanan sebagai panggilan moral semata bentuk asketisme duniawi.

Dalam logika satire, pernyataan Peter itu terdengar seperti: “Kami miskin, tapi tidak menjual integritas. Maaf kalau itu terdengar asing di beberapa negara.”
Sedangkan Chris yang menambahkan: “Integritas mengalir dalam darah kami.”
Seperti bermakna : Kalau integritas bisa jadi tes darah, Chris pasti lulus tanpa perlu revisi hasil lab.

Indonesia Satire yang Menjadi Kenyataan Saat Keamanan Sidang Dianggap Tambahan, Bukan Tugas Negara

Kontras terasa mencolok bila dibandingkan dengan Indonesia. Polisi Victoria hadir di pengadilan karena tugas. Di Indonesia, polisi hadir kalau diminta, dan kadang disambut seolah tamu istimewa yang perlu diberi makan siang dan kopi, sebuah budaya feodal yang bertahan hidup lebih lama dari kewarasan.

Tidak semua polisi demikian, tentu. Namun sistemnya memang memberi ruang bagi ketidakteraturan. Di banyak pengadilan kecil, security screening hampir tidak ada karena selain screening machine tidak ada nir pula kesiapsiagaan petugas.

Tersangka, saksi, korban, pengunjung, semua masuk dari pintu yang sama, membawa tas yang tidak diperiksa, emosi yang tidak ditapis, dan potensi kekerasan yang tidak pernah diprediksi.

Akibatnya, tragedi berulang:
Seorang hakim ditikam oleh tentara yang tidak terima putusan cerai.
Seorang saksi di Pengadilan Jakarta Pusat tewas ditikam simpatisan lawan. Keluarga korban mengejar terdakwa, jaksa ikut diserang. Seorang jaksa pernah dilempar kayu ketika membaca tuntutan.
Dan ruang sidang, tempat hukum mestinya melindungi semua orang, berubah menjadi arena yang rawan maut.

Baca Juga  Camar-Camar yang Mengawasi Sejarah

Peristiwa-peristiwa tragis itu hanya menjadi berita sesaat lalu dilupakan begitu saja. Keselamatan dianggap aksesoris, bukan kewajiban negara.

Berbeda dengan Victoria, di Indonesia peran polisi di pengadilan bersifat: tidak permanen, tidak terstandar, sering by request dan kadang perlu diberi konsumsi

Struktur keamanan pengadilan di Indonesia mengandalkan Petugas Keamanan Dalam (PKD) yang bahkan kalah sigap dengan hansip kelurahaan saat riungan. Polisi hanya datang jika diminta dan tidak ada UU khusus yang mengatur pengamanan pengadilan seperti di Victoria Australia.

Akibatnya, hasilnya bisa ditebak:
Keamanan ruang sidang diserahkan pada harapan, bukan sistem. Dan harapan, seperti biasa, tidak pernah lolos audit BPK.

Pengamanan Victoria vs Indonesia : Perbandingan yang tidak memerlukan saksi ahli untuk menyimpulkan

Di Victoria Australia 1 gedung pengadilan besar sama dengam minimal 20–60 Court Security Officers lalu ditambah 5–15 Polisi Victoria standby setiap hari. Tersedia Metal detector, X-ray conveyor, mandatory bag screening. Panic button terhubung langsung ke Victoria Police Centre.

Adapun CCTV dengan 100-200 titik pemantauan. Kemudian Petugas bersenjata siap respon dalam 3 menit jika dibutuhkan.

Sedangkan di Indonesia 1 pengadilan negeri rata-rata memiliki 4–8 Petugas Keamanan Dalam alias satpam internal yang entah seperti apa metode rekruitmen dan nir pendidikan. Tidak ada screening tas, apa kabar metal detector. Tersedia hanya 6–20 unit CCTV, itupun banyak yang mati sensor dan respon polisi bergantung jarak Polsek atau Polres.

Adapun dokumen pengamanan, jikapun ada hanya SOP internal, tidak memiliki undang-undang khusus. Lalu pengawalan tahanan sering diserahkan pada kejaksaan, bukan kepolisian.
Perbedaan ini menghasilkan gap keamanan yang sepadan dengan perbedaan kurs dolar dan kurs kepercayaan publik. Semua terjadi karena negara absen dari ritual keamanan.

Penutup

Dalam rapat Komisi III DPR, 18 November 2025, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo mengakui banyak Kapolsek, Kasatreskrim dan Kapolres belum bekerja optimal. Sebuah pengakuan jujur, tetapi juga pengingat: pembenahan tidak boleh berhenti pada laporan rapat. Pembenahan harus sampai pada titik di mana polisi memandang pengadilan bukan sekadar bangunan administratif, melainkan jantung peradaban hukum.

Kapolri dan Tim Reformasinya harus mencatat bahwa tanpa keamanan di ruang sidang pengadilan, hukum hanya menjadi teks rapuh. Tanpa perlindungan polisi, martabat peradilan hanya selembar spanduk di dinding.
Dan tanpa integritas aparat, negara hanyalah panggung sandiwara yang menunggu penonton terakhir pergi sebelum tirai roboh.

Victoria menunjukkan bahwa keamanan pengadilan bukan soal gengsi institusi, tapi soal nilai peradaban. Polisi harus hadir karena itu mandat konstitusional, bukan permintaan seremonial.
Indonesia bisa melakukan hal yang sama seperti di Victoria asal keberanian moral mengalahkan kebiasaan lama.

Jika integritas mengalir dalam darah Polisi Victoria, maka semoga suatu hari integritas juga mengalir deras di negeri ini: tidak hanya di darah polisi, tetapi di nadi seluruh sistem peradilan.

Syamsul Arief
Kontributor
Syamsul Arief
Hakim Agung Kamar Pidana & Plt. Kepala BSDK MA

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

australia
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menyoal Finalitas Tahapan Pemilu

October 20, 2026

Gagasan Peninjauan Kembali Terhadap Putusan Bebas: Rekonstruksi Keadilan yang Proporsional

October 20, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026

Belajar Keadilan Iklim dari Secangkir Kopi: Setiap Daerah Punya Cerita, Alam Punya Keunikan

October 15, 2026

Di mana Kesaktian Pancasila Diuji?

October 1, 2026
Don't Miss

Hakim Agung Syamsul Arief Tekankan Pengujian Ilmiah dalam Penggunaan Expert Judgment pada Perkara Lingkungan Hidup

By Ferdian PermadiOctober 20, 20260

BALI — Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung Republik Indonesia sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Badan…

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Lima Hakim Yustisial MA Ikuti Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 di Bali

October 20, 2026

Ketua Kamar Perdata MA: Ganti Rugi Saja Tidak Cukup, Lingkungan Harus Benar-Benar Pulih

October 20, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Hakim Agung Syamsul Arief Tekankan Pengujian Ilmiah dalam Penggunaan Expert Judgment pada Perkara Lingkungan Hidup
  • Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan
  • Lima Hakim Yustisial MA Ikuti Forum Ahli Lingkungan Hidup 2026 di Bali
  • Ketua Kamar Perdata MA: Ganti Rugi Saja Tidak Cukup, Lingkungan Harus Benar-Benar Pulih
  • PN Kayu Agung Gelar Kelas Kebakaran, Tingkatkan Kesiapsiagaan Aparatur Pengadilan

Recent Comments

  1. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  2. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  3. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  4. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
  5. H. Moh. Nasri on Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Sebagai Pembelajaran Diklat Pertama di Hari Pertama
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
  • Avatar photo Muh Ridha Hakim
  • Avatar photo Rifqi Qowiyul Iman
  • Avatar photo Rizal Abdurrahman
  • Avatar photo Robiatul Adawiyah, S.H., M.H.
  • Avatar photo Penulis adalah Filsuf - Analis Politik dan Kebangsaan
  • Avatar photo Rudi Hartoyo
  • Avatar photo Sandro Imanuel Sijabat
  • Avatar photo Sbong Sinarok Martin, S.H., M.H.
  • Avatar photo Selexta Apriliani
  • Avatar photo Septia Putri Riko
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.