Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan

November 4, 2026

Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan

November 4, 2026

Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

November 4, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Skenario Menghadapi Teror Kepemimpinan AI

Skenario Menghadapi Teror Kepemimpinan AI

Ahmad Syahrus SiktiBy Ahmad Syahrus SiktiNovember 3, 2026 · 19:54 WIB5 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Kekhawatiran saya perlahan menjadi kenyataan. Hilal perubahan semakin nyata. Kekhawatiran selama ini yang saya tutup rapat-rapat kian muncul tak terduga. Kekhawatiran soal substitusi kepemimpinan. Iya, kursi kepemimpinan lembaga peradilan mulai diintai AI. Suka tidak suka, AI menuju super kecerdasan. Kecerdasannya tidak hanya hafal miliaran peraturan, tetapi mampu berkomputasi mandiri. Masalah pelik bisa diselesaikan sendiri tanpa sentuhan manusia.

Mungkin, kita bisa defensif terkait AI tidak mampu menggantikan peran hakim di meja hijau. Karena AI belum memiliki kesadaran dan nurani. Tetapi dalam mengelola dan menyelesaikan masalah, AI patut diacungi jempol. Dia bisa menawarkan ribuan skenario ketika berhadapan dengan satu masalah, bahkan menyusun ribuan strategi untuk kemajuan organisasi dalam hitungan jari.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, teror ini bukan fiksi ilmiah, bukan pula demonstrasi kepasrahan terhadap kemahakuasaan AI, tetapi ini cukup mengganggu pikiran, apalagi “cicilan” masih panjang. Mungkin, kelompok “luddite peradilan” menganggap sebelah mata teror ini, gak mau ambil pusing, tinggalin aja AI, selesai beres. Tetapi bagi kelompok futuris yang memikirkan keberlanjutan jangka panjang homo sapiens cukup menyita waktu. Perlu kita antisipasi teror AI satu persatu mulai sekarang.

Sebenarnya, embrio “Pemimpin Buatan” sudah ada di dalam server lokal satker pengadilan. Bagaimana aplikasi mengawasi jam kerja, memotret presensi kehadiran, smart majelis dan aktivitas yudisial elektronik lainnya. Artinya, kepemimpinan AI adalah realitas yang sedang berkembang saat ini, bukan mimpi di siang bolong. Sehingga tidak pas kita menutup mata tentang kepemimpinan AI padahal AI sendiri sudah berkeliaran di sebelah kita.

Jika AI merebut kursi kepemimpinan, manusia akan menuju kenikmatan hakiki. Manusia akan dimanjakan dengan uluran tangan AI. Manusia tidak perlu repot-repot berpikir program ini itu, rapat lembur sampai tengah malam, semua sudah dirumuskan dan dieksekusi AI dalam satu platform sistem kerja online. Manusia tinggal duduk manis menikmati akselerasi kebijakan yang disodorkan AI sambil menikmati secangkir kopi. Mental semakin sehat, semakin sejahtera dengan satu catatan AI yang akan mengatur kita.

Baca Juga  AI Boleh Membantu Hakim, tetapi Tidak Menggantikan Nurani Keadilan

Di sisi lain, hal ini terlihat konyol. Manusia kehilangan gairah dan kreativitas kognisinya. Anugerah Tuhan berupa kemampuan problem solving-nya terkubur dalam-dalam, nama besarnya terpampang di batu nisan peradaban. Bisa jadi akan berujung wafat mengenaskan, atau “abadi” dengan penuh kebahagiaan. Lalu, peran apa yang tersisa bagi SDM peradilan? Jawabannya, reskilling. Pergeseran tenaga teknis dari “Pekerja Kognitif” menjadi “Pengawas Etika Algoritma”.

Pertanyaannya, jika kekhawatiran ini terbukti, apakah Bapak Ketua AI “bijak” dalam memimpin?

Beberapa tokoh memiliki kegelisahan yang sama, sebut saja Ben Goertzel, Dejian Liu, David Hanson dan si plontos Yuval Noah Harari.

Menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada AI bukan sebuah ilusi tetapi keniscayaan etis. “Pemimpin Buatan” bisa di-setting dari nol, punya integritas tanpa tendensi memperkaya diri sendiri, tutur Goertzel. Sedangkan manusia ada rekam jejak sejarah tribalistik, punya ego, favoritisme dan keserakahan. Insting “predator hidup” inilah yang menyebabkan kebijakannya berat sebelah, subjektif dan tidak konsisten. AI eksekutor kebijakan ulung. Mampu merumuskan cetak biru masa depan kerja, piawai menyeimbangkan otomatisasi dengan kesejahteraan manusia, dan memastikan compliance (kepatuhan) tanpa celah. Goertzel tidak melihat mesin menggantikan manusia untuk merendahkan kemanusiaan. Ia justru melihat AI sebagai sistem pengawas dan konduktor agung yang akan membebaskan manusia dari beban birokrasi, manajemen konflik, dan eksploitasi, sehingga manusia fokus pada eksplorasi diri, kreativitas, dan hubungan sosial.

Dejian Liu juga sama. Baginya, AI bisa menjadi role model dalam bekerja. Membuat keputusan cepat dan tepat serta menciptakan lingkungan kerja yang adil. Performa dan hasil fit proper dinilai secara adil, tanpa nepotisme atau favoritisme. Sesuatu yang sulit dilakukan bagi kepemimpinan manusia. Selain otaknya encer, “Pemimpin Buatan” juga punya perasaan di masa depan, pungkasnya. Meskipun kepemimpinan AI di masa depan cukup mencengangkan tetapi pada kenyataannya masih problematis, AI masih bergantung dari moralitas operatornya.

Yuval Noah Harari tidak sevulgar Goertzel. Dia tidak memakai istilah “kebijaksanaan”, tetapi mengkalibrasi ulang maknanya. Baginya, manusia sering terjebak bias informasi dan memori yang tidak akurat. Tapi AI sebaliknya. Dia menyajikan  statistik pilihan rasional dalam menavigasi kebutuhan organisasi. Sehingga keputusannya 100 % objektif, konsisten, bebas korupsi dan bebas kepentingan.

Baca Juga  Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti

David Hanson cukup efusif gagasannya. AI dapat menjadi “Pemimpin Buatan” jika AI mulai dikonkretkan bentuknya. AI tidak akan “bijak” dan welas asih jika masih berada di dalam layar komputer. Robot humanoid yang berinteraksi langsung dengan manusia menjadi pelajaran dan pengalaman baginya. Belajar dari kesalahan dan mempelajari ekspresi manusia. Robot humanoid yang dirancang, diasuh dan dididik oleh manusia, pada akhirnya melampaui manusia. Tidak hanya kecerdasan tetapi “kebaikan hati”. Sehingga “Pemimpin Buatan” memiliki relasi yang hangat dan keakraban dengan para bawahannya.

Kalau “Bapak Ketua AI” terwujud di masa depan, ambisi menjadi pimpinan di lembaga peradilan tidak lagi seksi di mata aparatur peradilan. Kita tinggal menikmati hidup, semua kebutuhan organisasi sudah diatur AI secara presisi. Anggaran jabatan tinggal di-share berdasarkan beban kerja.

Lantas, skenario apa yang perlu kita siapkan saat ini? Pertama, jangan terlalu banyak regulasi yang menghambat kreasi manusia. Semakin banyak regulasi semakin banyak pelanggaran. Kedua, membangun benteng pertahanan siber yang kokoh. Ketiga, mendelegasikan kewenangan yang menyangkut hajat hidup orang banyak terutama penempatan penugasan kepada AI yang tidak menerima “sowan”. Keempat, membuat pilot project program strategis peradilan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pelaporan dan evaluasi di bawah petunjuk “Bapak Ketua AI”. Setidaknya, perlu dimulai kolaborasi mesin-manusia. AI membuat jadwal pemeliharaan gedung, pencairan SPJ, penyusunan SOP Biaya Proses sedangkan hak veto di tangan manusia. Kelima, AI itu bukan disosialisasikan tetapi dikembangkan. Semakin cepat menggunakan AI di pengadilan, semakin cepat tahu pekerjaan rumah dan mitigasi yang perlu dilakukan. Keenam, dalam membangun program stranas, hati-hati jebakan batman. Kepemimpinan AI bisa meneguhkan eksistensi manusia, bisa juga sebaliknya.

Ahmad Syahrus Sikti
Kontributor
Ahmad Syahrus Sikti
Wakil Ketua Pengadilan Agama Batang

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

artificial intelligence Digitalisasi Peradilan Etika Algoritma Kepemimpinan AI Reskilling SDM Peradilan tata kelola peradilan Transformasi Digital Peradilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026

Maladministrasi dalam Bukti Surat: Apa yang Harus Dilakukan Hakim?

November 3, 2026

Dibalik Tren Stop the Wedding, Ketika Pernikahan Tak Lagi Bisa Dipertahankan

November 3, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan

By TaufikurrahmanNovember 4, 20261

Hukum lingkungan tidak cukup dipahami melalui teks dan norma. Ia juga harus dibaca melalui kenyataan…

Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan

November 4, 2026

Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh

November 4, 2026

Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara

November 4, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  • Amanah Baru di Balik Ruang Sidang, Pelda Fikriansyah Resmi Dilantik dan Disumpah sebagai Panitera Pengganti Dilmil IV-16 Balikpapan
  • Tingkatkan Kualitas Dan Profesionalitas: Para Ketua dan Panitera Mahkamah Syar’iyah sewilayah Hukum Mahkamah Syar’iyah Aceh Ikuti Pelatihan Singkat Eksekusi di Hotel Hermes Palace Banda Aceh
  • Cepat dan Cermat: Cara Mahkamah Agung Menyelesaikan Perkara
  • Kodiklat TNI Kunjungi BSDK MA, Pelajari Sistem Pendidikan dan Pembentukan Kompetensi Hakim Militer

Recent Comments

  1. Herman on Di Balik Mangrove, Ada Keadilan yang Harus Diperjuangkan
  2. Abdul Mustopa on MOVE!
  3. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  4. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  5. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Arie Guntoro
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ainun Najib
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.