Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

October 31, 2026

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

Hijrah Konstitusi, dari Serambi ke Serambi: Catatan Kritis Beban Kemanusiaan Peradilan

Muhamad IqbalBy Muhamad IqbalMarch 5, 2026 · 18:28 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

“Saat yang indah bagi sebuah kapal adalah saat ia ditambatkan di dermaga, ia tampak cantik bermandikan cahaya. Namun jangan pernah lupa, kapal tidak diciptakan untuk diam di dermaga, ia dibuat untuk menghajar gelombang dan membelah lautan.” Ungkapan Benazir Bhutto tersebut menjadi metafora yang kian relevan ketika saya menoleh kembali perjalanan sepuluh bulan pertama pengabdian di Kabupaten Bireuen, Serambi Mekah di pesisir utara Aceh, sebuah wilayah yang secara historis, kultural, dan religius memiliki posisi strategis dalam wajah hukum Indonesia.

Setelah lebih kurang satu tahun ditempa melalui pendidikan dan pembinaan di Pusdiklat Teknis Peradilan BSDK Mahkamah Agung, pada 12 Juni 2025 saya dikukuhkan sebagai hakim tingkat pertama. Hari itu menjadi penanda lahirnya tanggung jawab besar bagi 1.451 hakim muda yang siap mengabdi di seluruh penjuru Indonesia. Pendidikan tersebut bukanlah sekadar proses administratif menuju penempatan, melainkan sebuah kawah candradimuka — tempat nilai, integritas, dan keberanian moral diuji agar kelak mampu berdiri tegak di tengah badai persoalan hukum dan keadilan.

Perjalanan pengabdian saya sebelumnya berlabuh cukup lama di Gorontalo, kota yang dikenal sebagai Serambi Madinah. Di sana, saya belajar hidup dalam harmoni antara adat, syariat, dan kehidupan sosial masyarakat yang menjunjung tinggi falsafah “Adati hula-hula to Sara’, Sara’ hula-hula to Kuru’ani”. Tiga tahun di Gorontalo menghadirkan pelajaran berharga tentang kesederhanaan, solidaritas, dan religiusitas yang hidup dalam praktik keseharian masyarakatnya.

Namun roda takdir kembali berputar. Penempatan pertama saya sebagai hakim membawa saya menempuh hijrah geografis sekaligus batiniah—dari Serambi Madinah menuju Serambi Mekah. Sepuluh bulan lalu, perpindahan itu terasa seperti mimpi di siang bolong: dari jantung Indonesia bagian tengah menuju ujung barat Nusantara. Kini, setelah waktu memberi jarak untuk merenung, saya semakin memahami bahwa perpindahan ini bukan sekadar mutasi jabatan, melainkan bagian dari perjalanan konstitusional yang sarat makna. Kabupaten Bireuen menyambut dengan karakter geografis yang khas. Wilayah ini terbentang dari kawasan pesisir hingga dataran pertanian yang subur, menjadikannya salah satu lumbung pangan penting di Aceh. Sungai-sungai yang mengalir dan hamparan sawah yang luas bukan hanya penopang ekonomi, tetapi juga menjadi saksi denyut kehidupan masyarakat yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisional dan keislaman.

Masyarakat Bireuen dikenal religius, terbuka, dan memiliki ikatan sosial yang erat. Tradisi meunasah masih hidup sebagai pusat aktivitas keagamaan dan musyawarah, sementara nilai adat Aceh berjalan beriringan dengan penerapan syariat Islam. Di sinilah saya belajar bahwa hukum tidak pernah berdiri di ruang hampa, ia selalu berkelindan dengan budaya, sejarah, dan struktur sosial masyarakatnya. Menjadi hakim di Bireuen berarti belajar memahami kearifan lokal tanpa kehilangan keteguhan pada prinsip hukum nasional. Sepuluh bulan di Bireuen mengajarkan saya bahwa ilmu, kepekaan sosial, dan kerendahan hati adalah bekal utama dalam menjalani hijrah konstitusi. Terlebih, dalam khazanah Islam telah lama diingatkan bahwa hakim terbagi menjadi tiga golongan: satu yang selamat karena memutus dengan kebenaran, dan dua yang celaka karena kezaliman dan kebodohan. Peringatan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menjaga kewarasan moral agar setiap putusan lahir dari pengetahuan, nurani, dan tanggung jawab.

Baca Juga  Ketua MA Dalam Pelantikan Pengurus Pusat IKAHI Masa Bakti 2025-2028: Regenerasi Kepemimpinan, Ia Merupakan Bentuk Kesinambungan Perjuangan, Di Mana Estafet Pengabdian Berpindah Tangan, Namun Tujuan Dan Nilai-Nilai Luhur Organisasi Tetap Dijaga

Hijrah dari Serambi Madinah ke Serambi Mekah ini saya maknai sebagai hijrah konstitusi—perjalanan yang memiliki dimensi yuridis sekaligus teologis. Dalam perspektif teologis, pengabdian kepada negara adalah bentuk kecintaan kepada tanah air, yang dalam tradisi Nahdlatul Ulama dikenal dengan ungkapan hubbul wathan minal iman. Predikat hakim sebagai wakil Tuhan di muka bumi menuntut kesadaran batin yang mendalam. Sebagaimana dikemukakan oleh Paulo Freire tentang magical consciousness, menjadi hakim bukan semata pilihan rasional, melainkan jalan hidup yang harus dijalani dengan kesadaran spiritual dan moral.

Dalam dimensi yuridis, hijrah adalah perwujudan amanah konstitusi untuk menegakkan kekuasaan kehakiman yang merdeka, adil, dan berintegritas. Perpindahan tugas bukan sekadar soal jarak geografis, fasilitas kota, atau kenyamanan hidup, melainkan perjalanan menuju ruang-ruang sunyi tempat keadilan diuji melalui putusan-putusan yang berdampak langsung pada nasib manusia.

Catatan Kritis Penempatan Hakim dan Beban Kemanusiaan Peradilan

Sepuluh bulan berada di Bireuen mengajarkan saya bahwa penempatan hakim bukan sekadar urusan geografis dan administratif. Ia adalah kebijakan kelembagaan yang berdampak langsung pada kesehatan mental, stabilitas keluarga, dan daya tahan psikologis hakim. Bireuen, dengan karakter masyarakat religius, adat yang kuat, serta sensitivitas sosial yang tinggi, menuntut kehadiran hakim yang tidak hanya cakap secara hukum, tetapi juga utuh secara mental dan emosional. Namun di sinilah problem struktural itu terasa nyata. Penempatan saya di Aceh berarti menjalani pengabdian dengan jarak ribuan kilometer dari pasangan yang berdomisili di Kendari. Realitas ini bukan keluhan personal, melainkan potret umum yang dialami banyak hakim muda: pengabdian negara yang menuntut keterpisahan keluarga dalam jangka waktu panjang, dengan biaya sosial dan psikologis yang tidak kecil.

Kondisi mental hakim dalam situasi demikian sering kali luput dari perhatian kebijakan. Padahal, hakim dituntut setiap hari untuk berpikir jernih, objektif, dan adil, sementara secara manusiawi ia harus mengelola rasa rindu, kesepian, dan tekanan batin akibat keterpisahan dari keluarga inti. Beban ini menjadi berlipat ketika mobilitas antarwilayah tidak ditunjang oleh sistem dukungan kelembagaan yang memadai, biaya transportasi yang tidak murah dari Aceh ke Sulawesi Tenggara menjadikan pertemuan keluarga sebagai kemewahan, bukan kebutuhan yang mudah diakses. Dalam konteks ini, penempatan hakim seolah mengandaikan bahwa aparatur peradilan adalah subjek yang sepenuhnya steril dari kebutuhan afektif dan kehidupan personal. Padahal, keadilan yang baik lahir dari manusia yang utuh, bukan dari individu yang terus-menerus dipaksa mengabaikan dimensi kemanusiaannya.

Baca Juga  Dwi Sugiarto Dilantik sebagai Kepala Pusdiklat Teknis Peradilan: Amanah Baru untuk Mencetak Kader Peradilan Berintegritas

Kritik kelembagaan yang perlu diajukan secara jujur adalah bahwa pola penempatan hakim selama ini masih terlalu menekankan distribusi formasi, tetapi belum sepenuhnya beranjak pada manajemen sumber daya manusia yang berperspektif keberlanjutan. Penempatan sering dipahami sebagai konsekuensi kelulusan pendidikan, bukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kualitas putusan dan kesehatan institusi peradilan itu sendiri.

Wilayah seperti Bireuen membutuhkan hakim yang hadir secara penuh—hadir secara hukum, hadir secara sosial, dan hadir secara batin. Namun kehadiran semacam itu sulit diwujudkan jika kebijakan penempatan tidak diiringi dengan mekanisme afirmatif: pola rotasi yang manusiawi, perhatian pada kondisi keluarga, serta skema dukungan mobilitas yang rasional. Tanpa itu, risiko terbesarnya bukan hanya kelelahan individual, melainkan kelelahan institusional yang pelan-pelan menggerus kualitas peradilan. Hijrah dari Serambi Madinah ke Serambi Mekah yang saya jalani ini tetap saya maknai sebagai hijrah konstitusional—amanah untuk menghadirkan keadilan di mana pun negara membutuhkan. Namun hijrah konstitusi tidak seharusnya dimaknai sebagai pengosongan total ruang privat hakim. Negara yang menuntut pengabdian penuh justru berkewajiban memastikan bahwa aparatur yang mengemban amanah tersebut tidak tercerabut dari fondasi kemanusiaannya.

Pada akhirnya, reformasi peradilan tidak hanya berbicara tentang regulasi, teknologi, atau modernisasi gedung pengadilan. Ia juga berbicara tentang keberanian institusi untuk mengakui bahwa hakim adalah manusia—dengan keluarga, dengan keterbatasan fisik dan mental, serta dengan kebutuhan untuk tetap waras agar mampu memutus perkara secara adil, apalagi dalam praktik kelembagaan, kapal yang terus dipaksa menghajar gelombang tanpa jeda, tanpa pelabuhan emosional, pada akhirnya berisiko kehilangan daya jelajahnya.

Muhamad Iqbal
Kontributor
Muhamad Iqbal
Hakim Pengadilan Negeri Bireuen

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

hakim hijrah penempatan Reformasi Peradilan
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Menakar Etika dan Batas Pemanfaatan AI di Pengadilan: Hakim Dituntut Pahami Pembuktian Perkara Digital

October 30, 2026

Hakim, Ancaman Metafisik dan Keteguhan Spiritual

October 30, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian

By Wilmar Ibni Rusydan and Daniel H. NapitupuluOctober 31, 20260

Kabar meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Pemalang pada awal Oktober 2026 cukup menyita perhatian…

Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta

October 31, 2026

Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime

October 31, 2026

Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI

October 31, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Menimbang Kembali Pemidanaan Anak: Ketika Perundungan Berujung Kematian
  • Lompatan Mutu Kebijakan Peradilan: BSDK MA RI Evaluasi 30 Naskah Rekomendasi Strategis di Jakarta
  • Di Balik Asap Karhutla: Menelusuri Potensi Pencucian Uang dalam Green Financial Crime
  • Merawat Janji 1928: Pengadilan Agama Jakarta Pusat Gelar Upacara Sumpah Pemuda Ke-98 Bersama BSDK MA RI
  • 90 Warga di Gugat, Hakim PN Dataran Hunipopu Cek Langsung Objek Sengketa

Recent Comments

  1. Rizka on Problematika Pelaksanaan Eksekusi Pembayaran Sejumlah Uang Terhadap Objek Jaminan Berupa Benda Bergerak
  2. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  3. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  4. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  5. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Antok Wibowo
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Engli Thirta Satria
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.