Megamendung, Pelatihan Kecerdasan Artifisial: Kejahatan, Batas Etika dan Pemanfaatan di Pengadilan memasuki hari kedua, Selasa (22/9/2026), dengan pembahasan bentuk nyata kejahatan siber. Materi “Ragam Kejahatan Siber di Ranah Sosial, Ekonomi, Perbankan, dan Personal” disampaikan Ruby Alamsyah, S.T., M.T.I., Founder dan Chief Digital Forensic Officer PT Digital Forensic Indonesia (DFI), secara daring melalui Zoom, pukul 08.30–12.00 WIB. Materi tersebut menempatkan modus operandi, jejak digital, dan konstruksi perkara sebagai hal yang perlu dibaca secara berkelindan dan relevan bagi peradilan.
Ruby menjelaskan, teknologi dalam suatu perkara dapat berperan sebagai sarana, sasaran, maupun lingkungan terjadinya kejahatan. Penipuan melalui WhatsApp, pemerasan lewat media sosial, dan pencucian uang melalui dompet digital merupakan contoh teknologi sebagai sarana. Pada sisi lain, akses ilegal, pencurian data, ransomware, dan perusakan sistem menempatkan sistem atau data sebagai sasaran. Judi daring, pasar gelap data, dan komunitas tertutup untuk eksploitasi menunjukkan ruang digital sebagai lingkungan. Satu perkara dapat memuat ketiga peran tersebut sekaligus.
Pada ranah sosial, materi menguraikan informasi palsu dan manipulasi opini, impersonation, cyberbullying, harassment, cyberstalking, hingga doxing. Akun palsu dapat menggunakan nama dan foto pejabat atau tokoh untuk meminta uang, sementara data pribadi dapat disebarkan agar korban menghadapi serangan lanjutan. Dampaknya tidak berhenti pada kerugian materiil, tetapi dapat menyentuh rasa aman, privasi, reputasi, bahkan berlanjut ke kekerasan fisik. Karena itu, penanganannya menuntut perhatian terhadap kerentanan korban serta keterkaitan antara UU ITE dan UU PDP.

Pada ranah ekonomi, peserta diperkenalkan pada penipuan marketplace, investasi palsu atau pig butchering, phishing, social engineering, dan business email compromise. Salah satu contoh menunjukkan korban menerima file APK berkedok undangan, resi, atau surat tilang, lalu memberikan akses yang memungkinkan OTP diteruskan kepada pelaku. Modus lain membangun kedekatan selama berminggu-minggu sebelum korban diarahkan ke aplikasi investasi palsu. Dalam business email compromise, perubahan rekening pembayaran dilakukan melalui email yang diretas atau ditiru.
Sementara pada perbankan dan keuangan, perhatian diarahkan pada account takeover, transaksi elektronik tanpa hak, pencurian kredensial, skimming, fraud pembayaran, serta pencucian uang berbasis teknologi. Pembacaan log bank dapat memperlihatkan anomali seperti perangkat baru, waktu transaksi tidak lazim, dan tujuan transfer yang belum pernah digunakan. Dalam pencucian uang, dana dapat ditempatkan pada rekening penampung, dipecah melalui berbagai rekening atau dompet digital, kemudian dikonversi ke aset kripto atau sarana lain. Jejak transaksi menjadi bagian penting dalam penelusuran perkara siber.
Ranah personal memperlihatkan bagaimana identitas dan data pribadi menjadi sasaran. Pencurian identitas, penyalahgunaan data, impersonation, pemerasan berbasis data, penyebaran konten pribadi tanpa izin, sextortion, serta penyalahgunaan citra melalui deepfake menunjukkan bahwa serangan dapat diarahkan kepada individu. Foto, suara, dan video korban dapat dicuri, disebarkan, atau dipalsukan. Perlindungan privasi korban, pengujian keaslian konten, dan kehati-hatian terhadap bukti digital menjadi penting dalam memahami perkara.
Dari keseluruhan materi, satu pesan penting ditekankan: jejak digital tidak otomatis membuktikan siapa pelakunya. IP address, akun, perangkat, transaksi, atau konten digital harus dihubungkan antara pelaku, perangkat atau akun, aktivitas, perbuatan, dan akibat. Kejahatan yang bermula dari social engineering dapat berkembang menjadi pencurian kredensial, pengambilalihan akun, transaksi ilegal, hingga perpindahan dana. Bagi hakim, pemahaman terhadap pola tersebut sangat penting agar konstruksi perkara tidak berhenti pada jejak teknologi, melainkan melihat rangkaian perbuatan secara utuh.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI


