Close Menu
Suara BSDKSuara BSDK
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa

October 29, 2026

PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan

October 29, 2026

Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti

October 29, 2026
Instagram YouTube
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Suara BSDKSuara BSDK
Deskripsi Gambar
  • Beranda
  • Artikel
  • Berita
  • Features
  • Sosok
  • Filsafat
  • Roman
  • Satire
  • Video
  • Liputan Khusus
Home » Pengutamaan Pidana Denda dan Gagasan Day Fine System Menurut John Stuart Mill

Pengutamaan Pidana Denda dan Gagasan Day Fine System Menurut John Stuart Mill

Muamar Azmar Mahmud FarigBy Muamar Azmar Mahmud FarigFebruary 18, 2026 · 08:55 WIB6 Mins ReadNo Comments
Share
Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp

Rasionalitas Penjatuhan Pidana Denda

KUHP Baru menghadirkan perubahan yang tidak sekadar normatif, tetapi paradigmatik. Jika dalam praktik lama pidana penjara kerap menjadi pusat gravitasi pemidanaan, kini pidana denda hadir hampir di seluruh kualifikasi tindak pidana sebagai opsi yang sistematis. Perubahan ini menuntut pembacaan filosofis. Apakah negara sedang menggeser fokus dari perampasan kebebasan menuju pembatasan yang lebih minimal namun efektif?

Dalam perspektif utilitarianisme John Stuart Mill sebagaimana dirumuskan dalam On Liberty, pembatasan kebebasan individu hanya dapat dibenarkan untuk mencegah kerugian terhadap orang lain (John Stuart Mill, 1859). Prinsip ini, yang dikenal sebagai harm principle, menempatkan hukuman sebagai instrumen perlindungan sosial, bukan pembalasan moral. Negara tidak berwenang menghukum demi ekspresi kemarahan kolektif, melainkan demi pencegahan kerugian nyata.

Dalam kerangka tersebut, pidana denda memiliki karakter yang berbeda dari pidana penjara. Denda membatasi kapasitas ekonomi tanpa mencabut kebebasan fisik secara total. Ia tidak serta merta merusak relasi keluarga, tidak menghilangkan produktivitas, dan tidak membebani negara dengan biaya pemasyarakatan yang besar. Jika tujuan pemidanaan adalah memaksimalkan kemanfaatan sosial dan meminimalkan penderitaan yang tidak perlu, maka perluasan denda dalam KUHP Baru dapat dibaca sebagai langkah menuju rasionalitas utilitarian. Namun perluasan jenis sanksi belum otomatis menjamin keadilan desainnya.

Day Fine System dan Formula Proporsionalitas

Persoalan mendasar muncul pada pertanyaan berikut: “Apakah nominal denda yang sama menghasilkan dampak yang sama bagi setiap terdakwa?” Jawaban empiris dan moralnya adalah tidak. Nilai utilitas uang berbeda bagi setiap orang. Denda dengan nominal seragam berpotensi jauh lebih berat bagi kelompok rentan dan terasa relatif ringan bagi kelompok mapan. Dalam perspektif utilitarian, kondisi ini justru mereduksi prinsip proporsionalitas (Andrew von Hirsch, 1993).

Asas proporsionalitas dalam hukum pidana menuntut keseimbangan antara beratnya tindak pidana dan beratnya pidana yang dijatuhkan. Proporsionalitas tidak hanya berarti tidak berlebihan, tetapi juga tidak terlalu ringan, sehingga kehilangan daya korektifnya. Dalam konteks pidana denda, asas ini memiliki dua dimensi.

Dimensi pertama adalah proporsionalitas terhadap perbuatan. Di sinilah sistem kategori maksimal denda dalam KUHP Nasional bekerja. Pengkategorian tersebut menetapkan batas maksimum nominal denda berdasarkan tingkat ancaman pidana. Secara normatif, sistem ini menciptakan struktur dan kepastian. Hakim tidak menjatuhkan angka tanpa batas, melainkan bergerak dalam rentang yang telah ditentukan legislator. Namun sistem kategori maksimal hanya menjamin proporsionalitas vertikal terhadap jenis delik, belum otomatis menjamin proporsionalitas horizontal terhadap kondisi ekonomi pelaku. Di sinilah persoalan muncul.

Denda kategori yang sama dapat berdampak sangat berbeda pada dua terdakwa dengan kapasitas ekonomi yang berbeda. Dalam situasi demikian, kesamaan nominal justru berpotensi melahirkan ketimpangan substantif. Asas proporsionalitas tidak berhenti pada relasi antara delik dan ancaman pidana, tetapi juga menyangkut relasi antara pidana dan kemampuan nyata pelaku.

Baca Juga  Tindak Pidana Ijazah Palsu: Pengertian, Dasar Hukum dan Penerapannya dalam Aturan Lama dan KUHP Baru

Untuk menjawab hal tersebut, beberapa negara seperti Finlandia dan Swedia mengembangkan sistem day fine, yakni denda berbasis pendapatan harian (Jesper Ryberg, 2014). Model ini memisahkan dua variabel penting. Pertama, tingkat keseriusan tindak pidana. Kedua, kemampuan ekonomi pelaku.

Sistem ini sendiri jika diterapkan di Indonesia, tidak menggantikan kategori maksimal yang telah ditetapkan KUHP, tetapi mengoperasionalkannya secara lebih proporsional. Kategori maksimal tetap berfungsi sebagai batas atas absolut. Namun dalam rentang tersebut, hakim menentukan jumlah unit hari berdasarkan tingkat keseriusan delik. Inilah dimensi proporsionalitas terhadap perbuatan.

Setelah itu, nilai satu unit hari dihitung berdasarkan kemampuan ekonomi terdakwa. Inilah dimensi proporsionalitas terhadap pelaku. Formula yang dapat dirumuskan sebagai embrio pedoman adalah sebagai berikut:

Denda = Jumlah Unit Hari × Pendapatan Harian Bersih

Dengan :

Pendapatan Harian Bersih = (Pendapatan Bulanan Bersih – Kebutuhan Dasar Layak) dibagi 30.

Pendekatan ini menghasilkan struktur tiga lapis proporsionalitas. Pertama, proporsionalitas normatif melalui kategori maksimal yang ditetapkan KUHP. Kedua, proporsionalitas yudisial melalui penentuan jumlah unit hari berdasarkan kesalahan dan dampak sosial. Ketiga, proporsionalitas ekonomi melalui penghitungan kemampuan nyata pelaku.

Sebagai ilustrasi, jika suatu delik termasuk dalam kategori denda dengan maksimum satu miliar rupiah, hakim tetap tidak boleh melampaui batas tersebut. Namun dalam menentukan nominal konkret, hakim tidak sekadar memilih angka tertentu secara intuitif, melainkan menempuh dua langkah sistematis: menetapkan unit hari dan menghitung nilai hari berdasarkan kapasitas ekonomi.

Mekanisme penghitungannya, pada tahap pertama, hakim menentukan jumlah unit hari sebagai representasi beratnya delik, misalnya dalam rentang 10 sampai 300 unit hari, dengan mempertimbangkan kesalahan, dampak sosial, dan keadaan memberatkan atau meringankan. Tahap kedua, hakim menentukan nilai satu unit hari berdasarkan kemampuan ekonomi terdakwa.

Misalnya, Terdakwa dengan pendapatan bersih Rp12.000.000,- per bulan dan kebutuhan dasar Rp4.000.000,- memiliki kapasitas ekonomi Rp8.000.000,-. Dibagi 30 hari, nilai harian sekitar Rp266.000,-. Jika hakim menetapkan 60 unit hari, maka denda sekitar Rp15.900.000,-.

Sebaliknya, terdakwa dengan pendapatan bersih 3 juta rupiah dan kebutuhan dasar Rp2.500.000,- memiliki sisa Rp500.000,- per bulan atau sekitar Rp16.000,- per hari. Dengan 60 unit hari, dendanya sekitar Rp960.000,-.

Nominal berbeda, tetapi beban relatif setara. Yang disetarakan bukan angka absolut, melainkan dampak korektifnya. Inilah konsistensi dengan utilitarianisme Mill. Hukuman harus cukup untuk mencegah kerugian sosial, tetapi tidak melampaui batas yang diperlukan.

Secara teoritis, pendekatan ini juga sejalan dengan asas individualisasi pidana yang diakui dalam hukum pidana modern. Individualisasi menuntut agar pidana mempertimbangkan karakter dan kondisi pelaku, bukan semata abstraksi delik. Dalam konteks denda, individualisasi berarti mempertimbangkan kemampuan ekonomi secara terukur.

Baca Juga  Tujuan Pemidanaan, Inovasi Pemaafan Hakim, dan Ragam Pidana dalam KUHP Nasional

Bagi hakim dan akademisi, pendekatan ini menawarkan sintesis antara tiga kepentingan utama, kepastian hukum melalui kategori maksimal, keadilan melalui proporsionalitas substantif, dan kemanfaatan sosial melalui efek korektif yang nyata.

Pertanyaan strategisnya menjadi lebih tajam. Jika KUHP Baru telah menyediakan struktur kategori denda sebagai batas normatif, apakah sistem peradilan akan membiarkannya bekerja secara nominal semata, atau mengembangkannya menjadi mekanisme yang benar-benar mencerminkan asas proporsionalitas dalam arti penuh?

Di titik ini, pedoman Mahkamah Agung dapat berfungsi sebagai jembatan antara teks undang-undang dan keadilan konkret. Tanpa pedoman operasional, kategori maksimal berisiko hanya menjadi angka administratif. Dengan pedoman berbasis prinsip proporsionalitas dan perhitungan terstruktur, pidana denda dapat benar benar berfungsi sebagai instrumen pemidanaan yang rasional, adil, dan konsisten dengan landasan utilitarian yang lebih luas.

Implikasi Kebijakan Bagi Mahkamah Agung

Perluasan pidana denda dalam KUHP Baru membuka kebutuhan mendesak akan pedoman pemidanaan yang terstruktur. Tanpa pedoman yang jelas, disparitas antar putusan berpotensi meningkat dan rasionalitas utilitarian yang menjadi fondasi perluasan denda tidak tercapai secara optimal.

Mahkamah Agung dapat mempertimbangkan penyusunan pedoman yang memuat tiga komponen utama. Pertama, rentang unit hari berdasarkan kategori keseriusan delik yang ditautkan dengan ancaman pidana dalam KUHP. Kedua, parameter objektif penghitungan kemampuan ekonomi terdakwa beserta kewajiban pembuktian yang transparan. Ketiga, mekanisme verifikasi melalui dokumen resmi atau integrasi data administratif untuk menjamin akurasi.

Langkah ini tidak menghilangkan diskresi hakim, melainkan menstrukturkannya. Hakim tetap menentukan tingkat keseriusan melalui unit hari, sementara kapasitas ekonomi dihitung secara terukur. Dengan demikian, pidana denda benar-benar berfungsi sebagai instrumen koreksi sosial yang proporsional.

Penutup

Penguatan pidana denda dalam KUHP Baru dapat dipahami sebagai langkah menuju pemidanaan yang lebih rasional dan efisien. Dalam perspektif John Stuart Mill, pembatasan kebebasan yang minimal namun efektif lebih sah secara moral dibanding pembatasan yang eksesif dan tidak proporsional. Akan tetapi, legitimasi tersebut hanya terwujud apabila desainnya menjamin kesetaraan dampak.

Mahkamah Agung memiliki posisi strategis untuk memastikan bahwa perluasan denda tidak berhenti pada tataran normatif, melainkan diwujudkan melalui pedoman pemidanaan yang sensitif terhadap kemampuan ekonomi terdakwa. Reformasi pemidanaan pada akhirnya bukan soal jenis sanksi, melainkan tentang bagaimana negara menghukum secara rasional, proporsional, dan adil dalam makna substantif.

Referensi

  • Andrew von Hirsch, Censure and Sanctions, 1993.
  • Jeremy Bentham, An Introduction to the Principles of Morals and Legislation, 1789.
  • Jesper Ryberg, “Day Fines,” dalam The Oxford Handbook of Criminal Law, 2014.
  • John Stuart Mill, On Liberty, 1859.
Muamar Azmar Mahmud Farig
Kontributor
Muamar Azmar Mahmud Farig
Hakim Pengadilan Negeri Poso

Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

Day Fine System John Stuart Mill KUHP Baru Pemidanaan Pidana Denda
Share. Facebook Twitter Threads Telegram WhatsApp Copy Link

Related Posts

Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti

October 29, 2026

Inspiring Juvenile Law Reform in Wakatobi through the Values of Prophet Ishmael

October 28, 2026

AI dalam Tugas Yudisial: Membantu, Bukan Menggantikan Hakim

October 27, 2026
Leave A Reply Cancel Reply


Demo
Top Posts

Dari FGD hingga Semangkuk Mi Kuah, BSDK Tunjukkan Wajah Pendidikan Peradilan yang Humanis

October 28, 2026

Adu Domba: Bukan Sekedar Adu Kekuatan

October 23, 2026

Asap di Bumi Serambi Makkah: Jauh dari Titik Api, Dekat dengan Ujian Keadilan

October 20, 2026

Menata Sekretariat, Menjaga Nalar Peradilan

October 19, 2026
Don't Miss

Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa

By Mohammad Khairul MuqorobinOctober 29, 20260

Tanjung Redeb, Kabupaten Berau — Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb menjatuhkan putusan lepas dari segala…

PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan

October 29, 2026

Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti

October 29, 2026

Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih

October 29, 2026
Stay In Touch
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram
Top Trending
Demo

Recent Posts

  • Disamping Putusan Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, PN Tanjung Redeb juga Menjatuhkan Tindakan kepada Terdakwa
  • PN Tapaktuan Tetapkan CV Kuala Sabee sebagai Tersangka Korporasi dalam Perkara Kehutanan
  • Kejahatan Siber: Hakim Harus Cermat Menguji Bukti
  • Waspadai Ragam Kejahatan Siber yang Kian Canggih
  • Perkuat Benteng Integritas, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Teguhkan Komitmen Tertib Administrasi Perkara melalui Pembinaan Kadilmiltama

Recent Comments

  1. Auzir on KUHAP Baru: Menanggalkan Jubah Interogator, Transformasi Menuju Sistem Adversarial
  2. Budi Santoso on Titian Panjang Pengabdian Prajurit Setia Hingga Akhir
  3. PrP on Kajian Green Victimology Sebagai Pendekatan Perlindungan Hukum Korban Kebakaran Hutan di Indonesia
  4. Grace Hall on Abhinaya Upangga Wisesa: Ketika Kerja Sunyi Menjadi Penjaga Martabat Peradilan
  5. Abdul Mustopa on Membedah Rahasia Keberhasilan Wakai dan Chotei untuk Mediasi Indonesia
Hubungi Kami

Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Hukum dan Peradilan
Mahkamah Agung RI

Kantor: Jl. Cikopo Selatan Desa Sukamaju, Kec. Megamendung
Bogor, Jawa Barat 16770

Kirimkan reportase berita, opini, features dan artikel lainnya ke email suarabsdk.com : 
redpelsuarabsdk@gmail.com

Telepon: (0251) 8249520, 8249522, 8249531, 8249539

Kategori
Beranda Artikel Berita Features Sosok KRITERIA TULISAN
Filsafat Roman Satire Video BALACADAS
Connect With Us
  • Instagram
  • YouTube
  • WhatsApp
Aplikasi Internal
Logo 1 Logo 2 Logo 3 Logo 3 Logo 5
Logo 4 Logo 4 Logo 4 Logo 5 Logo 5 Logo 5
Kontributor
  • Avatar photo Ahmad Junaedi
  • Avatar photo Mohammad Khairul Muqorobin
  • Avatar photo Aman
  • Avatar photo Irvan Mawardi
  • Avatar photo Cecep Mustafa
  • Avatar photo Khoiruddin Hasibuan
  • Avatar photo Ari Gunawan
  • Avatar photo Muamar Azmar Mahmud Farig
  • Avatar photo Yudhistira Ary Prabowo
  • Avatar photo Syailendra Anantya Prawira
  • Avatar photo Ghesa Agnanto Hutomo
  • Avatar photo Muhammad Rizqi Hengki
  • Avatar photo Johanes
  • Avatar photo Agus Digdo Nugroho
  • Avatar photo Timbul Bonardo Siahaan
  • Avatar photo Syamsul Arief
  • Avatar photo Muhammad Adiguna Bimasakti
  • Avatar photo Dahlan Suherlan
  • Avatar photo Jatmiko Wirawan
  • Avatar photo Muhammad Zuchri Nasuha Lubis
  • Avatar photo Syihabuddin
  • Avatar photo Cik Basir
  • Avatar photo Taufikurrahman
  • Avatar photo Zulfahmi
  • Avatar photo Maria Fransiska Walintukan
  • Avatar photo Unggul Senoaji
  • Avatar photo Anton Ahmad Sogiri
  • Avatar photo M. Natsir Asnawi
  • Avatar photo Abdi Munawar Daeng Mangagang
  • Avatar photo Adji Prakoso
  • Avatar photo Bintoro Wisnu Prasojo
  • Avatar photo Yoshito Siburian
  • Avatar photo Iqbal Lazuardi
  • Avatar photo Sriti Hesti Astiti
  • Avatar photo Abdul Azis Ali Ramdlani
  • Avatar photo Galang Adhe Sukma
  • Avatar photo Harun Maulana
  • Avatar photo Ahmad Syahrus Sikti
  • Avatar photo Layla Windy Puspita Sari
  • Avatar photo Muhammad Hanif Ramadhan
  • Avatar photo Anisa Yustikaningtiyas
  • Avatar photo Bagus Partha Wijaya
  • Avatar photo Binsar Parlindungan Tampubolon
  • Avatar photo Ferdian Permadi
  • Avatar photo Ganjar Prima Anggara
  • Avatar photo I Gusti Lanang Ngurah Sidemen Putra
  • Avatar photo Eliyas Eko Setyo
  • Avatar photo Firzi Ramadhan
  • Avatar photo Itsnaatul Lathifah
  • Avatar photo Jarkasih
  • Avatar photo Sudiyo
  • Avatar photo Afifah Dwiandini
  • Avatar photo Febby Fajrurrahman
  • Avatar photo Garin Purna Sanjaya
  • Avatar photo Marulam J Sembiring
  • Avatar photo Tri Indroyono
  • Avatar photo Letkol Chk Agustono, S.H., M.H.
  • Avatar photo Ardiansyah Iksaniyah Putra
  • Avatar photo Buang Yusuf
  • Avatar photo Irene Cristna Silalahi
  • Avatar photo Marsudin Nainggolan
  • Avatar photo Maulana Aulia
  • Avatar photo Riki Perdana Raya Waruwu
  • Avatar photo Siti Nadhiroh
  • Avatar photo Dr. Syofyan Iskandar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Muhamad Zaky Albana
  • Avatar photo Fauzan Prasetya
  • Avatar photo Henri Setiawan
  • Avatar photo Irwan Rosady
  • Avatar photo Khoiriyah Roihan
  • Avatar photo Redaktur SuaraBSDK
  • Avatar photo Yasin Prasetia
  • Avatar photo Audrey Kartika Putri
  • Avatar photo Cok Istri Bhagawanthi Pemayun
  • Avatar photo Eddy Daulatta Sembiring
  • Avatar photo Fitriyel Hanif
  • Avatar photo Gerry Michael Purba
  • Avatar photo K.G. Raegen
  • Avatar photo Rafi Muhammad Ave
  • Avatar photo Rangga Lukita Desnata
  • Avatar photo Rikatama Budiyantie
  • Avatar photo Sugiarto
  • Avatar photo Teguh Setiyawan
  • Avatar photo Achmad Fikri Oslami
  • Avatar photo Agenda Citra Muhammad
  • Avatar photo Ahmad Fuad Noor Ghufron
  • Avatar photo Achmad Nurul Huda
  • Avatar photo Andro Riski Pradipta
  • Avatar photo Anggi Permana
  • Avatar photo Ang Rijal Amin
  • Avatar photo Armansyah
  • Avatar photo David Pasaribu
  • Avatar photo Dedi Putra
  • Avatar photo Dewi Maharati
  • Avatar photo Edi Hudiata
  • Avatar photo Gerry Geovant Supranata Kaban
  • Avatar photo Herjuna Praba Wiesesa
  • Avatar photo Hermanto
  • Avatar photo Indarka PP
  • Avatar photo Muhamad Fadillah
  • Avatar photo Nugraha Medica Prakasa
  • Avatar photo Ria Marsella
  • Avatar photo Sadana
  • Avatar photo Sahram
  • Avatar photo Saut Erwin Hartono A. Munthe
  • Avatar photo Silveria Supanti
  • Avatar photo Yusuf Sodhiqin
  • Avatar photo Achmad Pratomo
  • Avatar photo Dr. H. Achmad Setyo Pudjoharsoyo., SH., M.Hum
  • Avatar photo Ahmad Muzayyin Destuladoe
  • Avatar photo Ahmad Faiz Shobir Alfikri
  • Avatar photo Arie Fitriansyah
  • Avatar photo Bismo Jiwo Agung
  • Avatar photo Dharma Setiawan Negara
  • Avatar photo Epri Wahyudi
  • Avatar photo Fajar Widodo
  • Avatar photo Fariz Prasetyo Aji
  • Avatar photo Fauzan Arrasyid
  • Avatar photo Fauzia Rohmah
  • Avatar photo Febry Indra Gunawan Sitorus
  • Avatar photo Hartanto Ariesyandi
  • Avatar photo Mardi Candra
  • Avatar photo Muhammad Irfan Syahputra
  • Avatar photo Muhammad Amin Putra
  • Avatar photo Niko Wijaya
  • Avatar photo Putra Nova A.S
  • Avatar photo Raden Heru Wibowo Sukaten
  • Avatar photo Rahmad Ramadhan Hasibuan
  • Avatar photo Rizal Arif Fitria
  • Avatar photo Trisoko Sugeng Sulistyo
  • Avatar photo Umar Dani
  • Avatar photo Wahyu Budi Santoso
  • Avatar photo Abdul Hadi
  • Avatar photo Abiandri Fikri Akbar
  • Avatar photo Abi Zaky Azizi
  • Avatar photo Adimas Leo Firmansah
  • Avatar photo Ahmad Farhan Subhi
  • Avatar photo Andi Akram
  • Avatar photo Anggiyansyah Nurmanta
  • Avatar photo Arsyawal
  • Avatar photo Ashhab Triono
  • Avatar photo Aulia Rochmani Lazuardi
  • Avatar photo Azalia Purbayanti Sabana
  • Avatar photo Bagus Sujatmiko
  • Avatar photo Bayu Akbar Wicaksono
  • Avatar photo Chandra Khoirunnas
  • Avatar photo Cuhandi
  • Avatar photo Deka Rachman Budihanto
  • Avatar photo Dendi Sutiyoso
  • Avatar photo Dhea Sutaryana
  • Avatar photo Enrico Simanjuntak
  • Avatar photo Fadhilah Fauzan, S.H.
  • Avatar photo Fahri Gunawan Siagian
  • Avatar photo Fauziah Rahmah
  • Avatar photo Fery Rochmad Ramadhan
  • Avatar photo Ida Masnita Sigalingging
  • Avatar photo Idik Saeful Bahri
  • Avatar photo Imaniar
  • Avatar photo Karell Mawla Ibnu Kamali
  • Avatar photo Khalilurrahman
  • Avatar photo Khoirul Anwar
  • Avatar photo Mentari Wahyudihati
  • Avatar photo Misbah
  • Avatar photo Muhamad Ridwan
  • Avatar photo Muhammad Fadllullah
  • Avatar photo Muhamad Iqbal
  • Avatar photo Nia Chasanah
  • Avatar photo Novritsar Hasintongan Pakpahan
  • Avatar photo Nugraha Wisnu Wijaya
  • Avatar photo Pandu Pradana Wicaksono, S.H.
  • Avatar photo Raden Anggara Kurniawan
  • Avatar photo Rahimulhuda Rizki Alwi
  • Avatar photo Ranggi Adiwangsa Yusron
  • Avatar photo Rifda Aprilia Rusfayanti
  • Avatar photo Muhammad Rijaldy Alwy
  • Avatar photo Rohim
  • Avatar photo Romi Hardhika
  • Avatar photo Samsul Zakaria
  • Avatar photo Satria Perdana
  • Avatar photo Siti Anis
  • Avatar photo Sri Nurmina Sari
  • Avatar photo Stefanus Dwi Putra Medisa
  • Avatar photo Sugiri Wiryandono
  • Avatar photo Tri Cahya Indra Permana
  • Avatar photo Wilmar Ibni Rusydan
  • Avatar photo Yudhi Reksa Perdana
  • Avatar photo Abdul Ghani
  • Avatar photo Ach. Jufri
  • Avatar photo Achmad Cholil
  • Avatar photo Adhlan Fadhilla Ahmad
  • Avatar photo Afif Muchshon
  • Avatar photo Agus Suharsono
  • Avatar photo Ahmad Efendi
  • Avatar photo Ahmad Hodri
  • Avatar photo Ahmad Rikfi Fuadi
  • Avatar photo Ahmad Rizza Habibi
  • Avatar photo Aidil Akbar
  • Avatar photo Alep Priyoambodo
  • Avatar photo Alfajar Nugraha
  • Avatar photo Ali Sobirin
  • Avatar photo Andi Amirah Humairah Ya'kub
  • Avatar photo Anang Riyan Ramadianto
  • Avatar photo Anderson Peruzzi Simanjuntak
  • Avatar photo Andhika Prayoga
  • Avatar photo Andi Muhammad Galib
  • Avatar photo Andi Aswandi Tashar
  • Avatar photo Andrie Gunawan
  • Avatar photo Anna Yulina
  • Avatar photo Annisa Nur Alam
  • Avatar photo Arga Febrian
  • Avatar photo Ariansyah
  • Avatar photo Arief Sapto Nugroho
  • Avatar photo Mayor Chk Arif Dwi Prasetyo
  • Avatar photo Aryaniek Andayani
  • Avatar photo Asep Ridwan Hotoya
  • Avatar photo Bella Puspitawati
  • Avatar photo Bellina Gamelia Sembiring Kembaren
  • Avatar photo Billy Saut Mangoloi
  • Avatar photo Bilma Diffika
  • Avatar photo Bony Daniel
  • Avatar photo Budi Hermanto
  • Avatar photo Budi Suhariyanto
  • Avatar photo Chandra
  • Avatar photo Christopher Hutapea
  • Avatar photo Daniel H. Napitupulu
  • Avatar photo Daniel Saputra
  • Avatar photo Danny Agus Setiyanto
  • Dedi Wigandi
  • Avatar photo Devita Aulia
  • Avatar photo Djoni Witanto
  • Avatar photo Effendi Mukhtar
  • Avatar photo Egia Rasido Tarigan
  • Avatar photo Eka Sentausa
  • Avatar photo Enos Syahputra Sipahutar, S.H., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fahmiron
  • Avatar photo Fahri Bachmid
  • Avatar photo Fahri Soleh
  • Avatar photo Fakhir Tashin Baaj
  • Avatar photo Farhan Al Faris
  • Avatar photo Fatkul Mujib, S.H.I., M.H.
  • Avatar photo Dr. Fauziati, S.Ag., M.Ag
  • Avatar photo Febriansyah Rozarius
  • Avatar photo Friska Ariesta Aritedi
  • Avatar photo Gineng Pratidina
  • Avatar photo Hanry Ichfan Adityo
  • Avatar photo Peltu Hartono
  • Avatar photo Hastuti
  • Avatar photo Hendro Yatmoko
  • Avatar photo Ibnu Abas Ali
  • Avatar photo Ichsan Muhammad
  • Avatar photo I Made Sukadana
  • Indra Tua Hasangapon Harahap
  • Avatar photo Intan Widiastuti
  • Avatar photo Ira Soniawati
  • Avatar photo Irfan Dibar
  • Avatar photo Muhammad Irfansyah
  • Avatar photo Letkol Kum Irwan Tasri, S.H., M.H., M.Han.
  • Avatar photo Iwan Lamganda Manalu
  • Avatar photo Jerymia Seky Tanaem
  • Avatar photo Jimmy Maruli Alfian
  • Avatar photo Jusran Ipandi
  • Avatar photo Kadek Dwi Krisna Ananda
  • Avatar photo Khaimi
  • Avatar photo Khoerul Umam
  • Avatar photo Linora Rohayu
  • Avatar photo Made Passek Reza Swandira
  • Avatar photo Marta Satria Putra
  • Avatar photo Marwan Ibrahim Piinga
  • Avatar photo Marwanto
  • Avatar photo Marzha Tweedo Dikky Paraanugrah
  • Avatar photo Maulia Martwenty Ine
  • Avatar photo Mira Maulidar
  • Avatar photo Misbahul Anwar
  • Avatar photo Muhamad Deni Saputra
  • Avatar photo Muhamad Ilham Azizul Haq
  • Avatar photo Muhamad Saptari
  • Avatar photo Muhammad Muhyi Arrasyid, S.Psi.
  • Avatar photo Muhammad Bagus Tri Prasetyo
  • Avatar photo Muhammad Yusuf
  • Avatar photo Murdian
  • Avatar photo Nadia Yurisa Adila
  • Avatar photo Nisrina Irbah Sati
  • Avatar photo Noak Mispa Sianturi
  • Avatar photo Noor Ichwan Ichlas Ria Adha
  • Avatar photo Novtri Nelli
  • Avatar photo Letkol CHK Nur Sakdi, S.H, M.H.
  • Avatar photo Nur Latifah Hanum
  • Avatar photo Piput Milandsari
  • Avatar photo Pita Permatasari
  • Avatar photo H .A.S Pudjoharsoyo
  • Avatar photo Putri Pebrianti
  • Avatar photo R. Deddy Harryanto
  • Avatar photo Radityo Muhammad Harseno
  • Avatar photo Rahmi Fattah
  • Avatar photo Randy Viyatadhika
  • Avatar photo Ratih Gumilang
  • Avatar photo Reindra Jasper H. Sinaga, S.H. Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun
  • Avatar photo Reynold Mauliate Panggabean
  • Avatar photo Reza Kresna Adipraya
  • Avatar photo Peltu Ricko Rikardo, S.H
Lihat semua kontributor →

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.