JAKARTA — Halaman Kantor Pengadilan Agama Jakarta Pusat menjadi saksi ketenangan dan kekhidmatan barisan aparatur peradilan pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026. Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh jajaran hakim, pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta pegawai BSDK (Pustrajak Kumdil) Mahkamah Agung RI berkumpul untuk menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 10.14.19 Tahun 2026 serta Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor 2752/SEK/HM3.1.1/X/2026 tanggal 23 Oktober 2026. Ketentuan tersebut memfasilitasi para hakim dan aparatur untuk mengikuti upacara di satuan kerja terdekat demi menjamin tegaknya semangat kebangsaan di seluruh penjuru instansi peradilan. Sejak pukul 07.30 WIB, suasana di area upacara telah dipenuhi oleh para peserta yang hadir dengan mengenakan pakaian dinas resmi sesuai ketentuan Sekretariat Mahkamah Agung RI. Para hakim tampil berwibawa dengan Pakaian Sipil Lengkap (PSL), sementara para pejabat administrator, pengawas, fungsional, dan pelaksana tampak rapi dalam balutan Seragam Korpri.
Bertindak selaku Pembina Upacara adalah Hakim Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Drs. Ilham Suhrowardi, S.H., M.H. Kehadiran beliau memimpin jalannya rangkaian upacara memberikan nuansa kepemimpinan yang teduh sekaligus mengobarkan semangat kebangsaan di tengah lingkungan peradilan. Upacara diawali dengan laporan dari Perwira Upacara kepada Pembina Upacara bahwa seluruh barisan telah siap. Pengibaran Bendera Merah Putih oleh petugas upacara diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya berlangsung dengan penuh khidmat, di mana seluruh peserta memberikan hormat setinggi-tingginya kepada sang saka Merah Putih.

Momen hening sejenak terasa menyentuh ketika Pembina Upacara memimpin Hening Cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Seluruh peserta menundukkan kepala, mengheningkan cipta bagi para pemuda tahun 1928 yang telah mencetuskan ikrar bersejarah demi menyatukan ribuan pulau dan keberagaman suku di Nusantara. Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pancasila oleh Pembina Upacara yang diikuti oleh seluruh peserta upacara. Tak lama kemudian, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia 1928 dibacakan secara lantang dan jelas oleh petugas yang ditunjuk. Gema Pembacaan Teks Sumpah Pemuda seolah membawa seluruh peserta kembali ke masa 98 tahun silam. Momen ketika para pemuda dari pelbagai pelosok tanah air menanggalkan ego kedaerahan demi memancangkan satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan, yaitu Indonesia.
Dalam amanatnya, Drs. Ilham Suhrowardi, S.H., M.H. menyampaikan amanat tertulis serta pesan-pesan mendalam mengenai relevansi nilai-nilai Sumpah Pemuda bagi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Beliau menegaskan bahwa persatuan yang dinikmati bangsa Indonesia hari ini bukanlah hadiah gratis, melainkan buah perjuangan dan pengorbanan para pahlawan pelopor kemerdekaan. “Sumpah Pemuda 1928 adalah monumen keberanian intelektual dan moral para leluhur kita. Di tengah keterbatasan teknologi dan tekanan kolonialisme, mereka mampu melihat jauh ke depan bahwa cita-cita bersama hanya dapat diraih melalui persatuan dan kesatuan,” ujar Pembina Upacara di hadapan barisan peserta. Beliau juga menyoroti kondisi bangsa Indonesia saat ini yang kerap diuji oleh berbagai dinamika kemajuan zaman, arus globalisasi, serta potensi polarisasi di media sosial. Menurut beliau, tantangan modern ini membutuhkan benteng moral dan kesadaran sejarah yang kokoh agar kebinekaan tidak tergerus oleh kepentingan kelompok semata. “Menghargai jasa para pahlawan pelopor Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dengan seremonial rutin setiap tahun. Cara terbaik menghormati mereka adalah dengan menjaga, merawat, dan mempraktikkan ikrar persatuan itu dalam tugas dan pelayanan kita sehari-hari,” tegas Drs. Ilham Suhrowardi, S.H., M.H.
Kehadiran para pegawai ASN dan PPPK dari Badan Strategi Kepegawaian dan Pendidikan Dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK/Pustrajak Kumdil) Mahkamah Agung RI turut memberi warna tersendiri dalam pelaksanaan upacara kali ini. Sesuai regulasi Mahkamah Agung, keterlibatan pegawai dari satuan kerja luar ini menunjukkan soliditas dan sinergi antarunit di bawah naungan badan peradilan tertinggi. Integrasi antara ASN Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan pegawai BSDK MA RI dalam satu barisan upacara melambangkan indahnya rasa kekeluargaan di tubuh Mahkamah Agung. Perbedaan unit kerja dan latar belakang jabatan melebur menjadi satu tekad untuk menyukseskan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Persatuan dan kesatuan yang dicontohkan oleh para tokoh pemuda 1928 menjadi cermin bagi seluruh ASN dan PPPK yang hadir. Dalam iklim kerja peradilan yang serba cepat dan menuntut profesionalisme tinggi, sinergi lintas instansi merupakan kunci utama dalam tercapainya penegakan hukum yang berkeadilan. Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan doa yang dipanjatkan dengan khusyuk. Doa dimohonkan agar bangsa Indonesia senantiasa dilindungi dari ancaman perpecahan, dianugerahi pimpinan yang bijaksana, serta diberikan kedamaian dalam mengarungi dinamika pembangunan nasional. Petugas doa juga memanjatkan permohonan khusus bagi para pahlawan dan perintis kemerdekaan agar seluruh perjuangan mereka diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan menjadi ladang pahala yang tak terputus bagi generasi penerus.

Memasuki akhir acara, Pemimpin Upacara melaporkan kepada Pembina Upacara bahwa upacara telah selesai dilaksanakan. Pembina Upacara meninggalkan mimbar upacara menuju tempat yang telah disediakan, diikuti dengan penghormatan pasukan dan pembubaran barisan upacara oleh Pemimpin Upacara. Setelah seluruh rangkaian upacara resmi selesai sekitar pukul 09.00 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Pembina Upacara, para Hakim, pimpinan instansi, serta seluruh peserta upacara dari Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan BSDK MA RI.
Suasana keakraban tampak menyelimuti halaman kantor saat para pegawai saling berjabat tangan dan memberikan apresiasi atas kelancaran acara. Senyum dan kehangatan yang tercipta menjadi bukti bahwa semangat Sumpah Pemuda terus hidup di sanubari para aparatur peradilan. Beberapa pegawai PPPK yang baru mengabdi menyatakan rasa bangga dan harunya dapat mengikuti upacara Sumpah Pemuda bersama jajaran pimpinan dan hakim. Menurut mereka, momen seperti ini makin mempertebal rasa memiliki (sense of belonging) terhadap NKRI dan korps peradilan. Sikap saling menghargai dan menghormati jasa pahlawan yang tertanam dalam upacara ini diharapkan menjadi energi positif yang dibawa para aparatur ke dalam ruang-ruang kerja mereka. Semangat pantang menyerah para pemuda 1928 menjadi inspirasi dalam menyelesaikan setiap tugas birokrasi dan pelayanan publik. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Di tengah kompleksitas tantangan zaman, nilai-nilai dasar Sumpah Pemuda—Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa—tetap menjadi kompas moral paling relevan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pengadilan Agama Jakarta Pusat dan BSDK MA RI telah membuktikan bahwa penghormatan terhadap sejarah bukanlah nostalgia belaka, melainkan komitmen nyata untuk terus menjaga persatuan bangsa dari garis depan pelayanan hukum dan peradilan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Pengadilan Agama Jakarta Pusat pun usai dengan membawa kesan yang mendalam. Langkah kaki para pegawai kembali menuju meja pelayanan dan ruang kerja masing-masing dengan semangat baru yang telah diperbarui. Semoga api semangat Sumpah Pemuda yang telah dinyalakan oleh para pahlawan pada tahun 1928 senantiasa membakar dada setiap anak bangsa, membimbing Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, adil, sejahtera, dan bermartabat di bawah naungan persatuan dan kesatuan.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

