Jakarta, SuaraBSDK – Badan Strategi Kebijakan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan (BSDK) didorong memperkuat perannya sebagai think tank Mahkamah Agung. Hasil riset dan rekomendasi kebijakan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi menjadi bahan yang matang bagi pimpinan dalam merumuskan arah pembaruan peradilan. Pesan itu mengemuka dalam sesi penutupan Rapat Koordinasi Evaluasi Rekomendasi Kebijakan Hasil Analisis Kebijakan Tahun 2026 di Grand Mercure Jakarta Harmoni, Kamis (29/10/2026).
Rapat koordinasi yang berlangsung pada 27–30 Oktober tersebut mengevaluasi 25 judul rekomendasi kebijakan. Beragam naskah dipresentasikan, mulai dari policy brief hingga rancangan peraturan dan rancangan undang-undang. Salah satunya ialah Naskah Akademik RUU Pengadilan Pajak, yang mengangkat pembaruan kelembagaan dan perluasan akses terhadap keadilan pajak.
Rangkaian presentasi memberi ruang bagi para penyusun untuk menerima catatan reviewer dan menguji kembali relevansi rekomendasi. Proses tersebut penting karena setiap produk memiliki jalur tindak lanjut yang berbeda. Policy brief dapat memperkaya keputusan pimpinan, sementara rancangan peraturan memerlukan pembahasan, harmonisasi, dan penyesuaian dengan kebutuhan kelembagaan. Melalui evaluasi bersama, kekuatan dan kekurangan naskah dapat dikenali lebih awal, sehingga bahan yang diserahkan tidak hanya lengkap secara akademik, tetapi juga lebih mudah dipertimbangkan dalam kerja kebijakan.

Kepala BSDK, YM Syamsul Arif, menyampaikan bahwa proses evaluasi merupakan ruang untuk menguji dan mempertajam bahan sebelum disampaikan kepada pimpinan. Naskah yang telah ditelaah diharapkan memberi dasar analitis dan memperkaya cakrawala pengambilan keputusan. Namun, keputusan untuk mengadopsi atau menindaklanjuti rekomendasi tetap berada pada pimpinan dan dipengaruhi berbagai pertimbangan.
Karena itu, tim penyusun tidak perlu mengukur nilai kajian semata-mata dari seberapa cepat rekomendasi berubah menjadi kebijakan. Tugas utama BSDK adalah memastikan setiap bahan disusun dengan serius, relevan, dan siap digunakan sebagai pijakan untuk pembahasan lanjutan, termasuk ketika suatu gagasan perlu dikembangkan menjadi rancangan PERMA, keputusan, atau instrumen kebijakan lainnya.
YM Syamsul Arif juga menekankan hubungan erat antara riset dan pendidikan yudisial. Kajian di lingkungan BSDK, termasuk yang dikerjakan Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan (Pustrajak), perlu terus memberi masukan bagi pengembangan kurikulum, modul, dan program pelatihan. Dengan demikian, pengetahuan yang dihimpun dari persoalan peradilan dapat kembali ke hakim dan aparatur dalam bentuk pembelajaran yang terarah.
Agar hasil kajian menjangkau lebih banyak pihak, ia mendorong penguatan publikasi digital. Ringkasan populer dapat dimuat di SuaraBSDK dan ditautkan ke naskah lengkap, sehingga pembaca memperoleh gambaran singkat sekaligus akses terhadap kajian utuh. Publikasi bersama jajaran Humas juga dinilai penting agar pimpinan, satuan kerja, dan masyarakat mengetahui kerja riset serta pendidikan yang telah dilakukan BSDK.

Ke depan, forum evaluasi diharapkan melibatkan lebih banyak peneliti, akademisi, dan pegiat masyarakat. Pelibatan reviewer dari luar MA dapat memperkaya sudut pandang, memperluas diskusi, dan membantu hasil kajian dikenal di luar lingkungan internal. Menurut Kepala BSDK, kualitas rekomendasi perlu terus ditingkatkan melalui kerja bersama dan keterbukaan terhadap kritik.
Ketua Kamar Pembinaan Mahkamah Agung, YM Syamsul Maarif, mengingatkan bahwa harapan pimpinan dan publik terhadap BSDK semakin besar. BSDK diharapkan mampu merespons persoalan teknis maupun kebijakan dengan cepat, sebagaimana sebuah pusat pemikiran yang dapat dimintai pandangan ketika Mahkamah Agung menghadapi persoalan baru. Rekomendasi yang kuat, menurutnya, berangkat dari kemampuan membaca kebutuhan lembaga yang terus bergerak.
YM Syamsul Maarif mengajak jajaran BSDK agar tidak berhenti pada urusan domestik, tetapi juga menyiapkan peradilan menghadapi perkembangan lintas negara. Ia mencontohkan *Internet Court* di Tiongkok yang menangani sengketa transaksi melalui platform internet. Setelah menerima delegasi dari negara tersebut, pimpinan MA meminta agar konsep serupa dipelajari dan disiapkan. Perkembangan itu menunjukkan bahwa kebutuhan kebijakan dapat muncul cepat dan menuntut respons berbasis kajian.
Tantangan lintas negara juga hadir dalam sengketa keluarga dan perdagangan yang melibatkan warga Indonesia di luar negeri, serta dalam upaya membangun kepastian hukum bagi investasi. Dalam forum internasional, berbagai negara telah mengembangkan mekanisme penyelesaian sengketa komersial dan mediasi yang menjangkau para pihak dari yurisdiksi berbeda. Pengalaman tersebut perlu dipelajari secara kritis agar peradilan Indonesia mampu memahami kebutuhan baru tanpa kehilangan pijakan pada sistem hukumnya sendiri.
Peran BSDK dalam konteks ini adalah menyiapkan pengetahuan dan kapasitas hakim. Perspektif yang luas, pemahaman atas dinamika hukum internasional, serta penguasaan atas perkembangan teknologi dan perdagangan akan membantu peradilan merespons perkara secara lebih tepat. Kepastian dan kualitas putusan juga menjadi bagian dari kepercayaan publik dan iklim investasi.
YM Syamsul Maarif mengapresiasi peningkatan kualitas rekomendasi yang dihasilkan melalui rangkaian presentasi dan evaluasi. Menurutnya, kerja think tank peradilan harus terus mengikuti perubahan kebutuhan Mahkamah Agung dan masyarakat. Kajian yang baik tidak hanya memetakan persoalan, tetapi juga menawarkan pilihan yang dapat dipertimbangkan, diuji, dan disempurnakan oleh pengambil kebijakan.
Sesi penutupan menegaskan bahwa mutu riset perlu berjalan beriringan dengan penyebarluasan hasil dan kesinambungan tindak lanjut. BSDK diharapkan menjaga tradisi kajian yang terbuka terhadap kritik, terhubung dengan pendidikan yudisial, dan tanggap terhadap perkembangan hukum. Dengan cara itu, rekomendasi kebijakan dapat menjadi bagian dari proses pembaruan peradilan—baik untuk menjawab persoalan yang telah lama dihadapi maupun tantangan baru yang datang dari dunia yang semakin terhubung.
Untuk Mendapatkan Berita Terbaru Suara BSDK, Follow Channel WhatsApp: SUARABSDKMARI

